Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Padang. Show all posts
Showing posts with label Padang. Show all posts

Monday, August 20, 2012

Slruuup...Gurih Hangat Soto Padang dan Coto Makasar!

Post this to your WordPress blog:


Post this to your Blogger blog:


Share to your Yahoo Mail contacts


Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts



Roti sehat harga hemat

Sunday, September 18, 2011

Resep Soto: Soto Padang

Odilia Winneke - detikFood

Resep Soto: Soto Padang
Foto: Syahroni/Detikfood Jakarta - Racikan soto khas ranah Minang ini aromanya sangat harum. Irisan daging yang gurih beradu dengan perkedel kentang yang lembut. Hmm... sedap!

Bahan:
250 g daging has luar sapi
2 sdt garam
1 liter air
2 sdm minyak sayur
2 lembar daun jeruk
1 batang serai, memarkan
1 batang daun bawang, iris kasar
Haluskan:
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 buah cabai merah
1 butir kapulaga, kupas
1 cm jahe
? cm kunyit
? sdt merica butiran
2 sdt garam
Pelengkap:
Perkedel kentang
kerupuk merah
sambal rawit merah
2 butir telur rebus, kupas, potong-potong
75 g suun, seduh air panas hingga lunak, tiriskan
1 batang seledri, iris halus
2 sdm bawang merah goreng

Cara membuat:

Rebus daging sapi bersama garam hingga lunak. Tiriskan daging.Iris melintang tipis, memarkan hingga agak pipih.Sisihkan kaldunya sebanyak 1 literGoreng hingga kecokelatan dan kering. Tiriskan.Suwir- suwir kecil. Sisihkan.Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai dan daun bawang hingga wangi.Masukkan ke dalam kaldu. Didihkan dengan api kecil.Penyajian: Taruh suun, telur, perkedel dan daging dalam mangkuk saji.Tuangi kaldu panas.Taburi bawang merah, seledri dan kerupuk.Sajikan panas.Untuk 6 orang

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Friday, August 19, 2011

Dirgahayu Rendang Padang!

Odilia Winneke - detikFood

Dirgahayu Rendang Padang!
Foto: WW Jakarta -

Rendang, ikon kuliner dari ranah Minang menduduki urutan ke 11 makanan terenak di dunia. Makanan ini punya wasiat kuliner yang harus dijaga. William Wongso, pakar kuliner membuktikan kecintaannya pada Indonesia lewat rendang Padang.

Hampir tiap orang Indonesia kenal rendang, sajian kari daging sapi khas Minang. Promosi rendang sudah lama dilakukan oleh pakar kuliner Indonesia, William W.Wongso ke mancanegara. Soal penyebutan nama Rendang sebagai Rendang Padang, juga ada alasannya.

'Jika menyebut nama rendang saja bisa saja dimiliki oleh Malaysia tetapi kalau rendang Padang, adalah rendang asli Indonesia, milik Indonesia. Jadi lebih spesifik. Demikian juga penamaan soto ayam, harus diberi identitas Indonesia, soto Madura, soto Kudus, supaya jelas milik bangsa kita,'demikian jelas pak William.

Pembuatan rendang Padang dilakukan secara serius oleh pak William memakai standar pembuatan dengan dapur modern. Rendang produksinya diberi nama Rendang Padang William Wongso Series. Jenis yang dibuat 3 macam, rendang daging, rendang wagyu dan sambal goreng rendang petai.

Baru menginjak minggu keempat, promosi yang dilakukan melalui twitternya @williamwongso meraih sukses. Dengan produksi sekitar 60 kg per hari di dapurnya di kawasan Melawai, rendang Padang dikirim ke berbagai kota di Indonesia.

'Rendang merupakan salah satu ikon kuliner Indonesia yang bisa diterima semua lapisan. Secara vertikal disukai tua muda dari berbagai lapisan masyarakat dan secara horizontal juga bisa diterima lidah semua bangsa,' jelas pak William tentang pemilihan rendang sebagai produknya.

Rendang Padang atau Western Sumatra Caramelized Beef Curry, dibuat dengan bahan dan bumbu-bumbu biasa. Teknik pembuatan yang dibakukan adalah proses dan tahapan pematangan daging dan bumbu. Tahap pemasakan rendang atau caramelized beef curry tergantung pada suhu yang dipakai.

'Jika memakai api kecil maka akan menghasilkan kari daging, dimasak terus akan menjadi kalio daging yang agak berminyak dan dengan pemanasan yang lama maka menghasilkan rendang,' jelas pak William sambil menunjukkan rendang Padang buatannya yang cokelat kehitaman.

Tahapan dan permainan suhu dalam proses pemasakan rendang Padang merupakan hal penting. Karena itu pula bentuk dan versi rendang sangat berbeda di tiap warung atau restoran. Demikian juga dengan jenis daging sapi yang dipakai.

Untuk rendang Padang produksinya, pak William memakai daging sapi impor termasuk daging sapi wagyu. 'Makin bagus kualitas daging suhu pemasakan makin rendah. Jika suhu terlalu tinggi daging akan rusak teksturnya dan kehilangan sifat alami daging sapi,' tegasnya.

Aroma wangi bumbu kari dan kelapa langsung tercium dari rendang WW ini. Warnanya cokelat kehitaman dengan sedikit jejak minyak kemerahan. Tekstur dagingnya empuk, balutan bumbunya gurih sedikit pedas. Yang unik justru sambal goreng rendang petai. Gumpalan daging cincang masih telacak, paduan bumbu rendang dan aroma petai justru makin menggoda!

Menurut sarannya, rendang wagyu bisa dimakan dengan baquette panggang karena daging sapinya lembut. Sedangkan sambal rendangnya, tinggal ditambah telur dan nasi putih sudah bisa disajikan sebagai nasi goreng rendang yang wangi.

Pencinta kuliner Indonesia ini sedang merintis pembakuan ikon kuliner Indonesia ini dengan mendirikan pusat latihan profesional. 'Jadi rendang dan makanan Indonesia lain bisa dilestarikan dengan tetap memihara tata cara pembuatan yang baku dan menghasilkan rasa yang enak,' demikian tuturnya.

Pembuatan rendang dengan resep tradisional yang dirintis pak William akan dikembangkan dengan varian bahan lain. Misalnya, daging kambing atau bebek. Seperti rendang yang dibuat di tempat asalnya, rendang Padang WW juga tahan disimpan selama 2 minggu dalam suhu ruangan. 'Bumbu-bumbu dan proses pemasakan menjadi bahan pengawet alami yang diwariskan nenek moyang kita,' jelasnya.

Rendang Padang dikemas rapi dan dijual dengan harga Rp. 150.000,00 untuk 500 gram dan Rp. 375.000,00 per 1 kg dan untuk rendang wagyu Rp. 500.000,00. Ikon kuliner yang diakui dunia ini bisa dinikmati setiap saat di manapun Anda berada. Dirgahayu rendang Padang!

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

View the original article here

Friday, August 12, 2011

Rendang Padang Ikon Kuliner Dunia


img_consultant_1

Dikenal sebagai seorang pengelana kuliner yang tak pernah berhenti menjelajahi kekayaan kuliner di dalam dan luar negeri. Aktif sebagai pembawa acara kuliner dan penulis kolom kuliner. Kanal ini merupakan dedikasi dan kecintaannya terhadap pusaka kuliner Indonesia.

Bondan Winarno - detikFood

Rendang Padang Ikon Kuliner Dunia
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Akhirnya, pengakuan tentang kehebatan kuliner Indonesia datang dari CNN. Lembaga berita dunia ini menobatkan 50 ikon kuliner dunia, di antaranya adalah rendang padang yang didudukkan di peringkat ke-11. Tidak cukup jelas kriteria penilaiannya. Tentu saja segera muncul banyak diskusi hangat tentang pemeringkatan ini. Misalnya, kenapa justru yang didudukkan pada peringkat tertinggi adalah gaeng massaman dari Thailand? Bukankah gaeng massaman alias gulai encer daging sapi ini bahkan belum dapat menyamai kegurihan kalio alias “rendang setengah matang” kita?

OK-lah, sementara ini kita terima saja dulu. Bagi kita warga Indonesia, rendang padang adalah lauk paling populer yang disukai segenap masyarakat. Secara garis besar, rendang padang adalah gulai daging sapi yang terus dimasak sampai terkaramelisasi. Semua cairan menguap, tinggal bumbu pekat yang harum dan lemak nian. Sementara dagingnya telah menjadi empuk sekalipun tetap bertekstur. Karena itu saya sangat setuju dengan nomenklatur dalam bahasa Inggris – caramelized beef curry – seperti yang selalu di-advokasi oleh William W. Wongso. Artinya, bila belum terkaramelisasi – seperti: kalio – belum boleh disebut rendang.

Rendang tidak selalu dibuat dari daging sapi. Masakan khas kapau, misalnya, mengenal rendang ayam. Di Payakumbuh banyak dijual rendang telur sebagai oleh-oleh. Ada juga rendang jaring (jengkol) yang sebetulnya masih merupakan kalio. Rendang daging sapi orang Kapau juga unik, karena biasanya ditambahi kacang merah, atau potongan kecil singkong goreng, atau kentang kecil.

Rendang yang lezat selalu merupakan hasil dari pemakaian bumbu yang tepat dan proses memasak yang benar. Secara tradisi, rendang dimasak dengan kayu bakar agar apinya tidak terlalu panas, dan aroma asap kayu bakar ikut mengharumkan bumbu yang ter-reduksi sampai kental. Bila pemasakan dilakukan dengan tungku gas modern, prinsip slow cooking harus tetap dilakukan agar karamelisasi terjadi tanpa membuat masakannya hangus alias gosong, dan dagingnya tidak mengerut keras.

Penamaan rendang padang secara lengkap harus pula mulai kita gunakan secara disiplin. Ada Soto Madura, Pindang Kudus, dan Pecel Madiun, maka rendang yang berasal dari masakan Minang perlu dinamai secara lengkap menjadi: rendang padang. Dengan demikian kita dapat membentengi kuliner pusaka ini dari klaim negara lain yang juga mengaku punya rendang.

Rendang memang nikmatnya disantap dengan nasi panas. Tetapi, mereka yang sedang mengurangi konsumsi karbohidrat tetap bisa menikmati lemaknya rendang dengan daun singkong rebus. Rendang juga sangat padan disantap dengan baguette (roti Prancis), bahkan juga dengan roti tawar. Di Bandung ada gerai pizza yang membuat rendang pizza. Lamak bana!

Belakangan ini rendang kian populer sebagai ikon kuliner Indonesia. Beberapa rendang sudah pula dipasarkan sebagai branded product, seperti: William Wongso Series, Rendang Uni Farah, Rajo Randang, dan sebagainya. Rendang dari William Wongso Series bahkan menampilkan rendang premium dari daging Wagyu.

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Thursday, August 11, 2011

Resep Daging: Rendang Padang


img_consultant_1

Dikenal sebagai seorang pengelana kuliner yang tak pernah berhenti menjelajahi kekayaan kuliner di dalam dan luar negeri. Aktif sebagai pembawa acara kuliner dan penulis kolom kuliner. Kanal ini merupakan dedikasi dan kecintaannya terhadap pusaka kuliner Indonesia.

Bondan Winarno - detikFood

Resep Daging: Rendang Padang
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Meskipun memasaknya perlu waktu agak lama namun rendang khas Minang ini rasanya gurih, pedas enak. Buat lauk makan sahur, hantaran lebaran atau dimakan setiap saat juga enak.

Bahan:
1 kg daging sapi
3 butir kelapa, diambil santan kental dan santan encernya
4 lembar daun jeruk
3 batang serai, memarkan
4 butir asam kandis
100ml minyak goreng
5 gram garam
Bumbu:
60 g bawang merah
50 g bawangputih
250 g cabai merah besar
100 g lengkuas
50 g kemiri
2 g cengkeh

Cara membuat :

Haluskan semua bahan Bumbu dengan diulek atau dblender.Tumis bumbu dengan sedikit minyak goreng hingga wangi.Masukkan batang serai, daun jeruk, asam kandis dan garam, aduk rata.Tuangi santan dan dididihkan, masukkan daging.Masak dengan api kecil selama beberapa jam sampai daging empuk dan bumbu kecoklatan sesuai selera.Tambahan BW: Ada lagi rendang daging sapi khas Kapau, yaitu dengan tambahan kentang kecil, atau singkong goreng, atau kacang merah. Kacang merah direndam semalam, kemudian direbus tetapi tidak sampai empuk, kemudian ditambahkan pada jam terakhir memasak rendang. Bila terlalu cepat dimasukkan ke dalam rendang, kacang merah akan tergoreng dalam minyak yang terpisah dari santan dan menjadi keras).

Resep diperoleh dari:
William W. Wongso
WilliamWongso Series
Jl. Melawai XII No. 191A
Jakarta Selatan

Riset disponsori oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk.

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Friday, March 25, 2011

Sate Padang Ajo Andre... Lamak Rasanyo!

Devita Sari - detikFood

Sate Padang Ajo Andre... Lamak Rasanyo!
Foto: dev/detikFood Jakarta - Buat penggemar sate Padang, sate yang satu ini bisa jadi pengobat rindu. Sate panas mengepul disajikan di atas selembar daun pisang. Kuahnya kuning kecoklatan, sedikit kental menguarkan aroma rempah yang wangi pedas. Disantap selagi panas dengan potongan ketupat, onde mande lamak nian!

Dibandingkan dengan racikan sate dari daerah lain, sate Padang memiliki keunikan. Tidak memakai kecap seperti umumnya satai di Jawa. Sate khas Minang ini memakai daging sapi berikut jeroannya yang sudah dimasak dengan bumbu rempah yang komplet.

Setelah empuk barulah tiap 3-4 potong ditusuk dengan tusuk satai. Satai ini kemudian dibakar dia tas api arang hingga agak kering. Sebagai sentuhan akhir sate disiram saus yang kental berbumbu. Tentu saja disantap dengan potongan ketupat.

Meskipun tak terlalu gandrung dengan satai ini tapi rasa gurih enaknya bisa juga membuat saya kangen. Akhirnya, sate Padang Ajo Andre yang ada di kawasan Cikajang menjadi incaran saya mengisi perut saat sore mendung dan dingin. Bayangan rasa pedas hangat dan gurihpun sudah terbayang-bayang.

'Sate Padang Cikajang Ajo Andre' adalah nama warung yang kami singgahi. Kata 'Ajo' sendiri bisa diartikan sebagai 'Uda' dalam bahasa Minang. Letaknya berada di Jl. Cikajang, persis di pelataran parkir M+ sehingga tampak jelas dari arah jalan raya. Hanya ada dua buah meja besar beratap terpal untuk bersantap. Warung ini juga menyatu dengan warung nasi uduk yang bersisian letaknya.

Warung ini punya lemari racik dengan bentuk atap rumah bagonjong khas Minang. Sate dibakar di bagian luar sehingga pengunjung yang sedang menyantap sate tak terganggu dengan asap. Untuk sate padang ini bisa dipilih daging saja atau campur.

Sekitar 10 menit menunggu akhirnya pesanan tiba. Seporsi sate padang berisi 10 tusuk sate daging sapi yang disajikan dalam piring yang beralaskan daun pisang. Dibawah sate ditaruh irisan katupe (ketupat) dan disiram bumbu kuning kecoklatan yang khas dan taburan bawang merah goreng.

Kalau melihat tampilannya, agaknya sate ini lebih cenderung mirip sate khas Bukittinggi bersaus kekuningan. Dengan rasa dan aroma kari yang lebih menonjol. Sedangkan yang versi Pariaman, bumbunya lebih kemerahan dengan rasa cabai lebih nonjok. Buat saya tak masalah karena saya suka rasa pedas.

Seperti layaknya sate padang irisan daging sapi yang ditusuk pada lidi ukurannya tidak begitu besar. Dagingnya cukup empuk - tidak terasa alot saat dikunyah - serasi dengan bumbu yang juga tidak terlalu kental dengan sensasi pedas. Lontongnya juga tak mengecewakan saat digigit terasa lembut dengan potongan yang cukup besar.

Saya juga tidak melewatkan kerupuk jangek alias kerupuk kulit yang menjadi pendamping setia si sate padang. Kerupuk kulit ini memang jodoh buat mengeruk saus satai. Karena umumnya tidak disediakan sendok. Caranya, kerupuk tinggal dipakai sebagai sendok buat membersihkan sisa-sisa saus yang menggenang di sela-sela potongan ketupat.

Kriuk krenyes gurih, beradu dengan lembut enak wangi rasa sausnya. Tak heran jika sausnya juga jadi licin tandas. Sate padang ini dihargai Rp 15.000,00 per porsi. O,ya menurut saya istilah sate Padang kurang pas. Mungkin lebih cocok disebut sate Minang. Ah, apapun istilahnya yang penting lamak juo!

Sate Padang Cikajang "Ajo Andre"
Jl.Cikajang no.12 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telpon : 98270433 / 0817748209

(dev/Odi)

Tutup

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message



Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here