Serving Size: 1 (112 g)
Servings Per Recipe: 4
Sorry, I could not read the content fromt this page.Serving Size: 1 (112 g)
Servings Per Recipe: 4
Sorry, I could not read the content fromt this page.Bondan Winarno - detikFood
google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';
Ketika berjalan-jalan di Plaza Senayan, di bagian menuju tempat parkir di belakang – semula merupakan bagian yang menjual mebel dan dekor rumah – ternyata kini ada dua tempat kafe yang cukup happening. Yang satu bernama Monologue, sebuah kedai kopi casual yang tampak sudah punya tamu tetap. Yang satu lagi, tepat di seberangnya, adalah sebuah kafe yang menyajikan masakan casual Italia. Luca.
Tempatnya ditata secara minimalis. Cozy. Cocok untuk bersantai sambil "cuci mata" memandangi pengunjung Plaza Senayan yang banyak lalu-lalang di lintasan ini.
Daftar menu-nya tidak terlalu luas, tetapi cukup lengkap dalam arti mulai dari appetizers (antipasti), piring pertama (pasta, risotto), piring kedua (sajian utama), dan pencuci mulut (desserts). Di bagian antipasti (Rp 38-56 ribu) terdaftar beberapa favorit saya, antara lain: carpaccio, bresaola with melon, bruschetta, dan caponata.
Caponata adalah masakan khas Sicilia terbuat dari terong. Tetapi, di Italia juga ada capponata (dengan dua "p") yang artinya adalah seafood salad.
Untuk piring pertama (primi piatti) tampak ciri khas De Luca yang tampaknya memang menekankan pada sajian ringan. Tampaknya, hidangan jenis ini pulalah yang disukai para pelanggannya. Pilihannya adalah: pasta (Rp 52-78 ribu), risotto (Rp 68-72 ribu), dan pizza (Rp 56-78 ribu).
Bagi yang memerlukan porsi yang lebih mantap, De Luca ternyata juga menyajikan bistecca alla fiorentina yang terkenal itu. Tetapi, bila di Florence sana bestiknya memakai daging yang seberat setengah kilo lebih, di sini hanya berukuran 150 gram saja (Rp 128 ribu). Cukuplah untuk porsi icip-icip.
Saya memesan Bresaola Pizza (Rp 78 ribu). Bresaola adalah daging mentah yang diawetkan dengan cara membubuhkan garam dan diangin-anginkan sampai kering (air dried) selama 2-3 bulan. Biasanya, sebelum diproses untuk dikeringkan, daging mengalami proses pembuangan lemak (defatting) agar tidak menjadi tengik (rancid). Biasanya, daging yang dikeringkan menjadi bresaola adalah daging sapi dan daging kuda. Daging kering ini kemudian disayat setipis kertas dan siap dimakan. Bisa dimakan dengan dililitkan pada seiris melon sebagai appetizer. Bisa juga dimakan sebagai pelapis roti.
Aroma oregano yang sangat cantik datang mendahului pizza pesanan saya. Pizza-nya persis seperti yang saya ingini. Rotinya tampak tipis dan garing. Topping-nya pun tidak berlebihan. Tampak olesan tipis saus tomat dan selapis lelehan keju. Beberapa lembar breasola ditebar di atasnya.
Aroma yang menggoda itu sungguh melengkapi citarasa yang mendekati kesempurnaan. Mak nyuss! Crust-nya renyah. Rasa oregano terjejaki pada saus tomatnya yang lezat. Seporsi pizza ini saya habiskan tanpa merasa bersalah karena kekenyangan. Porsi yang sungguh tepat untuk makan siang santai di tengah pekerjaan lain yang masih harus diselesaikan.
De Luca
Plaza Senayan
Jakarta
021 5725170/5725171
(dev/dev)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Bondan Winarno - detikFood
Belum lama ini, ketika berjalan-jalan di Plaza Senayan, di bagian menuju tempat parkir di belakang – semula merupakan bagian yang menjual mebel dan dekor rumah – ternyata kini ada dua tempat kafe yang cukup happening. Yang satu bernama Monologue, sebuah kedai kopi casual yang tampak sudah punya tamu tetap. Yang satu lagi, tepat di seberangnya, adalah sebuah kafe yang menyajikan masakan casual Italia. Luca.
Tempatnya ditata secara minimalis. Cozy. Cocok untuk bersantai sambil "cuci mata" memandangi pengunjung Plaza Senayan yang banyak lalu-lalang di lintasan ini.
Daftar menu-nya tidak terlalu luas, tetapi cukup lengkap dalam arti mulai dari appetizers (antipasti), piring pertama (pasta, risotto), piring kedua (sajian utama), dan pencuci mulut (desserts). Di bagian antipasti (Rp 38-56 ribu) terdaftar beberapa favorit saya, antara lain: carpaccio, bresaola with melon, bruschetta, dan caponata.
Caponata adalah masakan khas Sicilia terbuat dari terong. Tetapi, di Italia juga ada capponata (dengan dua "p") yang artinya adalah seafood salad.
Untuk piring pertama (primi piatti) tampak ciri khas De Luca yang tampaknya memang menekankan pada sajian ringan. Tampaknya, hidangan jenis ini pulalah yang disukai para pelanggannya. Pilihannya adalah: pasta (Rp 52-78 ribu), risotto (Rp 68-72 ribu), dan pizza (Rp 56-78 ribu).
Bagi yang memerlukan porsi yang lebih mantap, De Luca ternyata juga menyajikan bistecca alla fiorentina yang terkenal itu. Tetapi, bila di Florence sana bestiknya memakai daging yang seberat setengah kilo lebih, di sini hanya berukuran 150 gram saja (Rp 128 ribu). Cukuplah untuk porsi icip-icip.
Saya memesan Bresaola Pizza (Rp 78 ribu). Bresaola adalah daging mentah yang diawetkan dengan cara membubuhkan garam dan diangin-anginkan sampai kering (air dried) selama 2-3 bulan. Biasanya, sebelum diproses untuk dikeringkan, daging mengalami proses pembuangan lemak (defatting) agar tidak menjadi tengik (rancid).
Biasanya, daging yang dikeringkan menjadi bresaola adalah daging sapi dan daging kuda. Daging kering ini kemudian disayat setipis kertas dan siap dimakan. Bisa dimakan dengan dililitkan pada seiris melon sebagai appetizer. Bisa juga dimakan sebagai pelapis roti.
Aroma oregano yang sangat cantik datang mendahului pizza pesanan saya. Pizza-nya persis seperti yang saya ingini. Rotinya tampak tipis dan garing. Topping-nya pun tidak berlebihan. Tampak olesan tipis saus tomat dan selapis lelehan keju. Beberapa lembar breasola ditebar di atasnya.
Aroma yang menggoda itu sungguh melengkapi citarasa yang mendekati kesempurnaan. Mak nyuss! Crust-nya renyah. Rasa oregano terjejaki pada saus tomatnya yang lezat. Seporsi pizza ini saya habiskan tanpa merasa bersalah karena kekenyangan. Porsi yang sungguh tepat untuk makan siang santai di tengah pekerjaan lain yang masih harus diselesaikan.
De Luca
Plaza Senayan
Jakarta
021 5725170/5725171
(dev/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Kastengel ini agak sedikit berbeda dari kue kastengel yang lainnya karena di dalamnya terdapat bahan baru yaitu oregano. Mau tau bedanya lagi? Mari kita coba Resep Kastengel Oregano yang satu ini.
Resep Bahan Kastengel Oregano :
150 gram margarin1 kuning telur1 sendok teh oregano, cincang halus100 gram keju edam, parut75 gram tepung terigu protein sedang20 gram tepung maizena1 kuning telur untuk olesan30 gram keju cheddar parut untuk taburanCara Membuat Kastengel Oregano :
Kocok margarin 30 detik. Masukkan kuning telur. Kocok rata. Tambahkan oregano. Aduk rata.Masukkan keju edam. Aduk rata. Tambahkan tepung terigu dan tepung maizena sambil diayak dan diaduk rata.Pulung adonan memanjang. Potong panjang 5 cm.Letakkan di loyang yang doiles margarin. Oles dengan kuning telur. Tabur dengan keju cheddar parut.Oven 45 menit dengan suhu 140 derajat Celsius.Untuk 260 gram
Tips : Adonan kastengel selain dipulung dan dipotong-potong dapat juga dicetak dengan cetakan persegi panjang.
Selamat mencoba
Kastengel ini agak sedikit berbeda dari kue kastengel yang lainnya karena di dalamnya terdapat bahan baru yaitu oregano. Mau tau bedanya lagi? Mari kita coba Resep Kastengel Oregano yang satu ini.
Resep Bahan Kastengel Oregano :
150 gram margarin1 kuning telur1 sendok teh oregano, cincang halus100 gram keju edam, parut75 gram tepung terigu protein sedang20 gram tepung maizena1 kuning telur untuk olesan30 gram keju cheddar parut untuk taburanCara Membuat Kastengel Oregano :
Kocok margarin 30 detik. Masukkan kuning telur. Kocok rata. Tambahkan oregano. Aduk rata.Masukkan keju edam. Aduk rata. Tambahkan tepung terigu dan tepung maizena sambil diayak dan diaduk rata.Pulung adonan memanjang. Potong panjang 5 cm.Letakkan di loyang yang doiles margarin. Oles dengan kuning telur. Tabur dengan keju cheddar parut.Oven 45 menit dengan suhu 140 derajat Celsius.Untuk 260 gram
Tips : Adonan kastengel selain dipulung dan dipotong-potong dapat juga dicetak dengan cetakan persegi panjang.
Selamat mencoba
Bondan Winarno - detikFood
Belum lama ini, ketika berjalan-jalan di Plaza Senayan, di bagian menuju tempat parkir di belakang – semula merupakan bagian yang menjual mebel dan dekor rumah – ternyata kini ada dua tempat kafe yang cukup happening. Yang satu bernama Monologue, sebuah kedai kopi casual yang tampak sudah punya tamu tetap. Yang satu lagi, tepat di seberangnya, adalah sebuah kafe yang menyajikan masakan casual Italia. Luca.
Tempatnya ditata secara minimalis. Cozy. Cocok untuk bersantai sambil "cuci mata" memandangi pengunjung Plaza Senayan yang banyak lalu-lalang di lintasan ini.
Daftar menu-nya tidak terlalu luas, tetapi cukup lengkap dalam arti mulai dari appetizers (antipasti), piring pertama (pasta, risotto), piring kedua (sajian utama), dan pencuci mulut (desserts). Di bagian antipasti (Rp 38-56 ribu) terdaftar beberapa favorit saya, antara lain: carpaccio, bresaola with melon, bruschetta, dan caponata.
Caponata adalah masakan khas Sicilia terbuat dari terong. Tetapi, di Italia juga ada capponata (dengan dua "p") yang artinya adalah seafood salad.
Untuk piring pertama (primi piatti) tampak ciri khas De Luca yang tampaknya memang menekankan pada sajian ringan. Tampaknya, hidangan jenis ini pulalah yang disukai para pelanggannya. Pilihannya adalah: pasta (Rp 52-78 ribu), risotto (Rp 68-72 ribu), dan pizza (Rp 56-78 ribu).
Bagi yang memerlukan porsi yang lebih mantap, De Luca ternyata juga menyajikan bistecca alla fiorentina yang terkenal itu. Tetapi, bila di Florence sana bestiknya memakai daging yang seberat setengah kilo lebih, di sini hanya berukuran 150 gram saja (Rp 128 ribu). Cukuplah untuk porsi icip-icip.
Saya memesan Bresaola Pizza (Rp 78 ribu). Bresaola adalah daging mentah yang diawetkan dengan cara membubuhkan garam dan diangin-anginkan sampai kering (air dried) selama 2-3 bulan. Biasanya, sebelum diproses untuk dikeringkan, daging mengalami proses pembuangan lemak (defatting) agar tidak menjadi tengik (rancid). Biasanya, daging yang dikeringkan menjadi bresaola adalah daging sapi dan daging kuda. Daging kering ini kemudian disayat setipis kertas dan siap dimakan. Bisa dimakan dengan dililitkan pada seiris melon sebagai appetizer. Bisa juga dimakan sebagai pelapis roti.
Aroma oregano yang sangat cantik datang mendahului pizza pesanan saya. Pizza-nya persis seperti yang saya ingini. Rotinya tampak tipis dan garing. Topping-nya pun tidak berlebihan. Tampak olesan tipis saus tomat dan selapis lelehan keju. Beberapa lembar breasola ditebar di atasnya.
Aroma yang menggoda itu sungguh melengkapi citarasa yang mendekati kesempurnaan. Mak nyuss! Crust-nya renyah. Rasa oregano terjejaki pada saus tomatnya yang lezat. Seporsi pizza ini saya habiskan tanpa merasa bersalah karena kekenyangan. Porsi yang sungguh tepat untuk makan siang santai di tengah pekerjaan lain yang masih harus diselesaikan.
De Luca
Plaza Senayan
Jakarta
021 5725170/5725171
(dev/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Renny Wahyuningsih - detikFood
Gemar makan pizza atau sepagheti? Pasti sudah tak asing lagi dengan daun satu ini. Tanaman dengan panjang 20 - 80 cm, biasa dikenal dengan sebutan Oregano atau Pot Marjoram (Origanum vulgare). Daun yang memiliki aroma khas ini jadi rempah andalan masakan Italia.?
Daun ini memiliki rasa yang cenderung pahit. Namun, karena aromanya yang wangi khas dan hangat, maka daun ini jadi populer sebagai salah satu bumbu andalan di Eropa. Oregano kering aromanya lebih kuat dibandingkan dengan yang segar. Tanaman yang berasal dari Mediterania, Asia Tengah dan Selatan ini, biasanya dijadikan sebagai bumbu penting pada masakan Turki, Yunani, Spanyol, dan Italia. Umumnya, daun oregano digunakan untuk bumbu pewangi, karena aromanya yang khas dan bentuknya mirip dengan kemangi.
Hampir semua masakan? Italia menggunakan daun ini. Juga beberapa masakan Eropa yang memakai tomat, seperti pasta dan sup. Tambahan oregano membuat hidangan sup hati, salad, kambing guling, dan ayam panggang menjadi lebih wangi dan enak aromanya.
Oregano mengandung senyawa karvakrol, timol, limonen, pinen, ocimene, dan caryophyllene. Daun dan batang yang menyokong bunga pada tanaman ini bersifat antiseptik, antispasmodik, karminatif, cholagogue, ekspektoran, stimulan, serta tonikum. Oregano bisa dimakan langsung guna mengatasi demam, influenza, sakit perut, serta sakit akibat menstruasi.
Selain itu, oregano juga memiliki khasiat yang dapat menenangkan dan membantu tubuh di saat tidur. Daun dengan aroma yang harum ini juga kaya akan kandungan timol yang berfungsi antiseptik? kuat bila digunakan sebagai obat luar. Oregano banyak dijual di pasar swalayan dalam bentuk daun segar atau yang sudah dipotong-potong dan dikeringkan serta dikemas dalam botol-botol kecil.
(eka/Odi)
TutupYou are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message