Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Langka. Show all posts
Showing posts with label Langka. Show all posts

Monday, May 2, 2011

Kue Dange, si Langka dari Makasar

Eka Septia Wulan - detikFood

Kue Dange, si Langka dari Makasar
Foto: finroll.com Jakarta - Sepintas kue ini mirip dengan kue pukis atau sagu rangi. Rasanya gurih, manis dan legit karena ada campuran kelapa parut dan juga gula merahnya. Sayangnya, kue legit enak ini sudah jarang sekali dijumpai.

Jika Anda pernah berkunjung ke kota Makasar, mungkin kue tradisional ini pernah Anda cicipi. Kue Dange pulubollong ini merupakan salah satu jajanan tradisional khas masyarakat Bugis. Penjualnya banyak sekali dijumpai di ruas-ruas jalan di sepanjang bandara.

Kue Dange berbahan dasar tepung ketan hitam, parutan kelapa, gula merah, dan juga garam. Tepung ketan hitam, parutan kelapa dan juga garam dicampur hingga menjadi sebuah adonan. Adonan yang sudah dicampuir ini kemudian dikukus agar kue tahan lama sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam cetakan dari tanah liat yang menyerupai cetakan kue pukis.

Saat dibakar, bagian tengah kue dange ini dibuat ceruk untuk diisi gula merah yang sudah digerus halus. Adonan yang sudah diisi kemudian dibakar hingga matang. Rasanya gurih-gurih manis karena campuran gula merah dan juga kelapa parut yang dicampurkan ke dalam adonan. Hmm.. sepintas mirip seperti sagu rangi juga!

Kue Dange Pulubollong ini terbilang cukup langka, dulu banyak dijumpai di sekitar Pangkajene. Tapi kini penjual kua dange ini sudah jarang sekali. Hmm.. jika Anda berkesempatan mampir ke kota Makasar, kue ini bisa jadi tujuan wisata kuliner Anda di sana jika beruntung menemukannya.

(eka/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Monday, April 18, 2011

Kembung Betelok Langka dari Bangka


img_consultant_1

Dikenal sebagai seorang pengelana kuliner yang tak pernah berhenti menjelajahi kekayaan kuliner di dalam dan luar negeri. Aktif sebagai pembawa acara kuliner dan penulis kolom kuliner. Kanal ini merupakan dedikasi dan kecintaannya terhadap pusaka kuliner Indonesia.

Bondan Winarno - detikFood

Kembung Betelok Langka dari Bangka
Foto: Bondan Winarno Bangka - Hidangan tradisional ini benar-benar sudah sangat langka dan hampir punah di Pulau Bangka. Padahal, di masa lalu, ini adalah sajian kebanggaan yang wajib hadir pada perhelatan besar.

Kembung Betelok adalah dialek lokal untuk menyebut "ikan kembung bertelur". Lalu, apa istimewanya ikan kembung yang bertelur? Karena ikan kembung berukuran kecil, bukankah telurnya pun hanya berukuran ala kadarnya?

Ikan kembung bertelur ternyata hanya penamaan belaka. Sekilas, bila melihat penyajiannya, memang kelihatan seperti ikan kembung goreng dengan bagian telur alaminya menonjol keluar. Ternyata, setelah digigit, barulah kita sadar bahwa itu bukanlah telur ikan, melainkan daging ikan yang telah dihaluskan dan dibumbui.

Kembung betelok sebenarnya adalah ikan kembung utuh yang dikeluarkan duri, tulang, dan dagingnya secara berhati-hati. Kemudian, daging ikannya dihaluskan, dicampur dengan bumbu-bumbu, kocokan telur ayam, dan santan kental, kemudian dimasukkan kembali secara berhati-hati pula ke dalam "jaket" kulit ikannya sendiri, sehingga kembali membentuk sebagai seekor ikan kembung yang utuh. Ikan "palsu" ini kemudian digoreng, dan disajikan dengan sambal blacan (trasi).

Tentu saja, ikan kembung yang gurih menjadi semakin gurih karena ditambahi dengan bumbu, santan, dan telur ayam. Enaknya lagi, ikan ini sekarang tanpa duri dan tulang. Setelah kepala dan ekornya dipotong - yang semula berfungsi sebagai hiasan kembung betelok kemudian dapat disantap tanpa mempedulikan duri maupun tulang.

Di Bangka, kembung betelok biasanya disajikan dengan sambal blacan yang sungguh istimewa. Trasinya adalah trasi Toboali yang terkenal kualitasnya. Sambalnya hanya dibuat dari cabe merah, bawang putih, dan trasi. Dimakan dengan nasi hangat saja sudah enak, apalagi sebagai cocolan ikan kembung bertelur ini.

Setidaknya ada dua kuliner pusaka serupa dari dua daerah lain di Indonesia. Yang pertama adalah sate bandeng dari Banten, dan yang kedua adalah otak-otak bandeng dari Surabaya dan Gresik. Kedua hidangan yang disebut ini sama-sama dibuat dari ikan bandeng. Daging dan tulangnya dikeluarkan dengan hati-hati, agar kulitnya tetap utuh dan tidak rusak. Daging bandeng kemudian dihaluskan, dicampur bumbu-bumbu, dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam kulit bandeng.

Beda sate bandeng dan otak-otak bandeng terletak pada bumbunya. Otak-otak bandeng lebih gurih karena bumbunya lebih intens, dan kemudian digoreng. Sedangkan sate bandeng dilumuri lagi bagian luarnya dengan adonan isi, kemudian dibakar atau dipanggang.

Untungnya, baik sate bandeng di Banten maupun otak-otak bandeng di Jawa Timur masih cukup populer sebagai sajian-sajian di acara khusus. Bahkan, keduanya pun populer sebagai buah tangan yang banyak diperdagangkan. Di Bangka, sayangnya, kembung betelok sudah sangat sulit dicari.

Sekalipun sudah semakin sulit mencari sajian yang istimewa ini, sebuah cafe di pusat Kota Pangkalpinang ternyata masih menyajikannya sebagai hidangan kebanggaan mereka. Cafe Piti Pitipo di sisi alun-alun Pangkalpinang yang populer dengan ayam gorengnya, selalu menyediakan menu ikan kembung bertelur ini bagi para tamunya. Telepon dulu bila Anda ingin membawanya sebagai oleh-oleh. Sangat dianjurkan untuk mencicipi hidangan istimewa ini bersama keluarga di rumah, sambil melestarikan kuliner pusaka Indonesia.

(dev/Odi)

Tutup

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message

Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here