Ivory Bakery's Address
Friday, March 9, 2012
Friday, January 13, 2012
Thursday, January 12, 2012
Yuk, Ngopi dan Sarapan di Kedai Kopi Kurnia!
Juliana - detikFood
Foto: detikFood (ilustrasi) Medan - Nama Pengirim: Juliana
Email: sjaifulj[at]xxx.com
Tidak dapat dipungkiri kalau Medan merupakan surga untuk wisata kuliner. Salah satu yang patut disinggahi jika berkunjung ke kota tersebut adalah Kedai Kopi Kurnia. Sambil menyeruput kopi, Anda pun bisa merasakan roti selai srikayanya yang legit menari-nari di lidah.
Perkenalan saya dengan Kedai Kopi Kurnia terjadi tanpa disengaja. Saat saya menyusuri jalan Kesawan yang terkenal dengan arsitektur tuanya dan kemudian mencoba untuk berbelok ke suatu jalan yang ternyata adalah Jalan May.Jen.Sutoyo Siswomihardjo. Dahulu jalan ini dikenal dengan nama Jl. Perdana. Disana saya melihat beberapa tempat makan dan kedai kopi yang terletak di persimpangan jalan.
Mungkin jika di Jakarta Jika di Jakarta, bayak terdapat coffee shop dan kopitiam franchise. Tapi di Medan banyak kedai kopi yang masih tradisional dan dipakai sebagai tempat pertemuan warga lokal yang murah meriah tapi asyik.
Yang paling menarik perhatian saya adalah Kedai Kopi Kurnia karena terlihat paling ramai. Kedai kopi tersebut penuh dengan orang yang sedang makan atau sekedar ngobrol sambil menyeruput ngopi. Di Kedai Kopi Kurnia terdapat berbagai stall makanan yang berbeda-beda dari pagi hari sampai malam hari.
Saya memesan kopinya yang sangat harum, sejenis kopi tubruk khas Medan yang pembuatan masih dengan cara tradisional. Mantap sekali rasa dan harumnya kopi, dipadu dengan roti panggang serikaya home made dan telur ayam kampung setengah matang. Saya perhatikan banyak pula orang yang berlari pagi singgah untuk menikmati sarapan disini. Kalau ingin yang lebih berat, bisa memesan Hokkien Mie yang merupakan campuran mie kuning atau kwetiauw dan bihun dengan udang, ikan, daging kecap, bakso dan kepiting.
Karena keperluan bisnis saya di sekitar tempat itu, pada saat makan siang saya sempatkan untuk kesana lagi. Aha, ada stall mie rebus yang buka di siang hari. Mie rebus berupa mie kuning dengan kuah kecoklatan kental dari kaldu udang sungguh menerbitkan selera. Ditambah dengan risol dan kerupuk kampung warna merah putih sungguh memuaskan rasa lapar saya.
Bertekad untuk mengetahui apakah makan malam akan memuaskan seperti sarapan pagi dan makan siang, saya mengunjungi kedai ini lagi sebelum pulang ke hotel. Sekali lagi lidah saya termanjakan oleh Char Kwetiau (kwetiaw goreng). Kwetiau goreng yang dimasak dengan menggunakan penggorengan arang memang sungguh mantap rasanya. Ditambah dengan markisa dingin yang segar sungguh menyempurnakan hari.
Berhubung saya juga tidak sempat lagi untuk berkeliling mencari oleh-oleh, saya pun membeli markisa dan srikaya yang bisa dipesan untuk dibawa pulang. Benar saja, sekembalinya ke Jakarta si srikaya yang legit dan markisa segar home made pun langsung disambut dengan gembira oleh anak-anak saya. Nahm bagi yang berkunjung ke Medan, jangan lupa berkunjung ke Kedai Kopi Kurnia untuk mendapatkan pengalaman bersantap yang sederhana namun berasa luar biasa.
Kedai Kopi Kurnia
Jl. Mayor Jendral Sutoyo Siswomihardjo no. 22
(d/h Jl.Perdana)
Medan, Sumatera Utara
(dev/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Sunday, December 11, 2011
Komunitas Kuliner di Sekitar Kedai Kopi Tak Kie
Bondan Winarno - detikFood
Foto: Bondan W Jakarta - Pernah dengar Petak Sembilan? Di mana sih tempatnya?
Bila Anda berkendara di Jalan Gajah Mada dari arah Harmoni, ruas jalan itu akan berakhir di Glodok. Bila lurus, Anda akan masuk Jalan Pintu Besar Selatan. Bila belok ke kiri, Anda masuk Jalan Pancoran. Kawasan inilah yang disebut Petak Sembilan. Di sisi kanan Jalan Pancoran, di masa lalu ada sebuah gedung bioskop dan pusat pertokoan yang disebut Gloria. Gedung itu sekarang sudah diruntuhkan dan akan dibangun sebuah pusat pertokoan baru yang lebih modern. Di sisi gedung itu ada sebuah gang atau lorong kecil yang lazim disebut Gang Gloria. Padahal, di peta, lorong itu disebut sebagai Jalan Pintu Besar Selatan 3. Lorong sempit ini sangat populer di kalangan pecinta kuliner Jakarta.
Sebetulnya, di lorong ini episentrum-nya adalah Kedai Kopi Tak Kie. Kedai kopi seperti inilah yang sungguh-sungguh memenuhi kriteria untuk disebut kopitiam (warung kopi). Kedainya hanya berjualan kopi dan minuman lain, sedangkan makanan dipasok dari lapak-lapak penjual makanan di sekitarnya. Es kopi Tak Kie dijamin akan membuat Anda sakauw dan ingin kembali lagi.
Sesuai dengan lokasinya yang berada di jantung kawasan Pecinan, tentu saja ada beberapa jenis makanan yang termasuk kategori non-halal, misalnya: dendeng babi, suikiauw, kuotie, mi kuah, sekba, bektim, nasi campur, dan lain-lain. Ada pula makanan yang sering menjadi kontroversi, yaitu pi oh - masakan dari labi-labi. Pasalnya, banyak orang yang rancu menganggap bahwa pi oh dibuat dari penyu yang sudah dinyatakan langka dan dilindungi. Tetapi, sangat banyak juga makanan yang tidak mengandung babi di lorong ini.
Favorit saya di sini adalah bihun kari Lam. Ini adalah makanan khas Medan. Bihunnya tebal dan kenyal, diguyur dengan kuah kari ayam, sapi atau bebek. Di sebelah penjual bihun kari ini juga ada mi kangkung, yaitu mi dengan kuah kental semacam lomi, dan sayurnya adalah kangkung dan tauge. Tidak jauh dari situ juga ada penjual gado-gado enak yang populer dengan sebutan Gado-gado Direksi. Konon karena dulu pelanggannya adalah para direktur dari perusahaan-perusahaan dagang yang mulai bermunculan di sekitar Jalan Asemka.
Saya juga suka bebek panggang Sari Wangi yang bahkan pernah muncul dalam salah satu film layar lebar. Juicy! Penuh lemak juga, sih. He he he! Biasanya, saya memesan sedikit bebek panggang untuk menemani nasi tim istimewa dari A Ngo. A Ngo sudah makin tua, dan kini hanya berjualan tiap akhir pekan saja. Nasi tim-nya harum dan sangat lembut. Mungkin yang terbaik di seluruh Indonesia.
Di lorong ini juga ada penjual ketupat capgomeh yang sangat terkenal. Porsinya sangat besar, dan harganya pun agak mihil. Tetapi, kualitasnya memang istimewa. Dijamin tidak kecewa. Tidak jauh dari lapak ketupat capgomeh ini, ada penjual pikulan yang memanggang opak ketan dari Tangerang. Sangat khas dan unik.
Makanan lain yang saya rekomendasikan di sini adalah masakan Palembang dari sebuah warung kecil, soto betawi, dan juga nasi campur yang penampilannya mirip nasi galung di Pematang Siantar atau Medan.
Satu hal yang tidak pernah saya lewatkan bila berkunjung ke sini adalah berbelanja di Toko Kawi. Ada bebek asin, telur phitan, chestnut, kici, angkak, dan berbagai kebutuhan bahan makanan kering yang tidak selalu tersedia di pasar swalayan.
Siapa tahu, akhir pekan ini Anda punya waktu luang dan berjalan-jalan ke sini. Siapa tahu pula Anda akan menjumpai saya di situ sedang dicukur oleh seorang empek yang sudah berusia 85 tahun, atau bercengkerama dengan teman-teman lama di Kedai Kopi Tak Kie. (Bondan Winarno)
Lorong Gloria
Jl. Pintu Besar Selatan
Jakarta Utara
(eka/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
Thursday, August 4, 2011
Kedai Kak Ani, Top Markotop!
Bondan Winarno - detikFood
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Sebuah rumah makan langsung menuai pujian dan banyak pelanggan setia. Tidak mengherankan. Sajiannya lezat, harganya pantas, dan para pramusajinya pun sangat ramah. Semua tamu dipanggil dengan sebutan abang atau kakak. Ah, serasa di rumah sendiri di kampung sana.
Seperti dapat diduga dari namanya, Kedai Kak Ani menghadirkan masakan khas Medan. Best seller-nya adalah Lontong Sayur Medan. Lontongnya lembut, diguyur dengan sayur santan berwarna jingga, direncah dengan udang, wortel, kentang, dan buncis. Rasa ebi, blacan (trasi), dan tauconya sungguh sangat Medan. Di atasnya ada lado teri kacang – semacam kering tempe dengan tempe dirajang halus, kacang tanah, dan teri medan. Garing dan gurih, menampilkan kontras dengan sayur yang lezatnya nendang. Top markotop! Cukup ditempa dengan Rp 28 ribu saja.
Kedai Kak Ani juga menampilkan hidangan kesukaan orang Medan, yaitu mi rebus. Mi jenis ini dikenal dengan nama mi keling, karena kuahnya yang kental berwarna agap gelap, dan memang disukai warga keturunan India. Berbeda dengan mi rebus Johor Bahru yang kuahnya dibuat dari ubi jalar, mi rebus Medan mengusung rasa ebi yang sangat intens, dikentalkan dengan sedikit tapioka. Mi-nya tebal, dengan irisan tahu goreng, bakwan udang, dan kentang, ditaburi krupuk merah. Tone rasa manis kuah mi rebus ini membuatnya mirip dengan he mi – versi Tionghoa-Medan mi rebus berkuah ebi kental. Juga ada kemiripannya dengan mi celor di Palembang.
Cocoknya – seperti kebiasaan orang Medan – mi rebus dimakan dengan sate daging bumbu kacang. Satenya dari daging sapi yang sudah direbus dan dibumbui manis, dibakar sebentar, disajikan dengan sambal kacang. Sate jenis ini di Medan biasa disebut sate memeng.
Sajian gaya Medan lainnya antara lain adalah: kerang rebus, roti jala dengan pilihan kari ayam, kambing, atau sapi, gado-gado Medan, soto Medan, dan nasi sayur campur (dengan gulai ikan pari). Daftar menunya memang terbatas. Tetapi, justru inilah yang ingin dicapai Kedai Kak Ani. Fokus pada beberapa hidangan andalan.
Kudapan pencuci mulutnya juga istimewa. Coba pisang goreng dengan pulut (ketan) hitam, lupis ketan, ketan kinca durian, atau pisang penyetnya. Bila pun Anda tidak datang untuk makan siang atau makan malam, secangkir kopi Gayo dengan kudapan-kudapan itu pun sudah cukup mengenyangkan.
Kedai Kak Ani
Jl. Kemang Selatan 66
Jakarta Selatan
021 7198587
(dev/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)
Friday, June 10, 2011
Ngopi Santai di Kedai Kopi Kemang
Eka Septia Wulan - detikFood
Jakarta -(eka)
Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)