Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Tenan. Show all posts
Showing posts with label Tenan. Show all posts

Wednesday, February 22, 2012

Kepelet Rujak Cingur Pak Hadi, Wenaak Tenan!

Odilia Winneke - detikFood

Kepelet Rujak Cingur Pak Hadi, Wenaak Tenan!
Foto: dev/detikFood Jakarta - Salah satu rujak cingur legendaris dari kawasan Menteng ini memang selalu bikin kangen. Ulegan bumbunya yang dicampur dengan petis udang kental kecokelatan. Setelah diaduk dengan sayuran plus cingur yang kinyil-kinyil empuk, gurih,sedikit manis dan pedas. Wuenaak tenan!

Memang benar kata orang kalau kangen makanan bisa melebihi rindu sama pacar. Di saat Jakarta belum kembali pulih setelah libur lebaran, saya justru teringat rujak cingur. Sekali ini yang saya kangeni justru rujak cingur kantin pak Hadi di kawasan Kebon Sirih yang sudah lama tak saya singgahi.

Hmm..agaknya rejeki memang tak jauh-jauh. Begitu saya telepon kantin pak Hadi, mereka sudah mulai jualan. Ternyata, lalu-lintas yang lancar membuat saya sudah duduk manis di dalam kantin pak Hadi yang sederhana, 15 menit sebelum jam 12.00 siang. Biasanya kantin ini memang selalu penuh sesak oleh pelanggan pak Hadi.

Di bagian luar ada tempat buat meracik rujak dan gado-gado, dan sisi yang lain dipakai buat meracik soto. Suasana kantin tak beda jauh dari dulu. Masih sederhana. Meja kayu dan hiasan dinding plus cat hijau di jendela juga tak banyak berubah.

Pelayan di kantin ini semuanya laki-laki dan kalau diajak ngomong cara Suroboyo mereka langsung akrab. Pesanan rujak cingur sedikit lama karena harus menunggu bumbu diuleg langsung. Seporsi rujak cingur (Rp. 20.000,00) yang ditutupi saus cokelat kentalpun tersaji dengan aroma wangi gurih yang sedap.

Isian rujak cingur ini tak jauh beda dengan rujak cingur umumnya. Kangkung, tauge, bengkuang, nanas, kol, dan timun plus irisan cigur alias hidung sapi. Yang menarik justru bumbunya. Karena kelezatan rujak cingur terletak pada bumbunya terutama petisnya.

Ada yang kecokelatan agak hitam dan cenderung manis. Ada juga yang cokelat tua kental seperti racikan pak Hadi ini. Kacang tanahnya digerus tidak terlalu kasar dan tidak berminyak. Sementara aroma petis Sidorajonya juga tidak terlalu nonjok kuat. Jadi, buat yang tidak terlalu doyan petis pun masih bisa menyantapnya.

Gaya racikan bumbu rujak cingur pak Hadi ini nyaris tak ada yang berubah. Ada krenyes kacang tanah, rasa manis yang tidak berlebih dan wangi petis yang sedap. Cingur sapi nya meskipun hanya beberapa iris tetapi cukup kenyal empuk dan gurih. Paling pas tentu dinikmati dengan kerupuk kanji. Kriuk renyah kerupuk ini paling asyik dicocol dengan sisa bumbu rujak yang mlekoh mantap.

Kalau mengikuti rasa kangen sebenarnya saya pengin memesan rawonnya yang terkenal mantap enak atau soto sulungnya yang gurih. Juga ada ikan mas goreng, lele goreng, nasi rames, tahu campur, tahu gunting, sate ayam, sate kambing, soto Madura dan tongseng. Juga ada menu populer lain seperti nasi goreng, mi goreng dan ayam goreng.

Tergoda dengan kepulan asap dari panci kaldu soto sulung yang ada di depan. Jadilah seporsi soto sulung ( Rp. 15.000,00) pesanan kedua. Kuah bening kekuningan soto sulung ini langsung menarik selera. Slruupp..sekali hirup langsung terasa gurih bawang beradu dengan aroma wangi serai.

Irisan daging, babat jarik (babat yang masih kehitaman), sedikit usus, iso dan paru. Semuanya tak berbau anyir tetapi empuk lembut. Kaldunya pun bening tidak ada jejak keruh. Setelah diaduk dengan sedikit air jeruk nipis dan sambal rawit, soto ini makin terasa sempurna lezatnya. Makin asyik saat dinikmati dengan kerupuk udang yang lebar renyah khas Surabaya.

O,ya yang paling saya suka adalah es kelapa kantin ini. Selain kerukan daging kelapanya muda dan tipis lembut, es ini selalu disajikan dalam gelas yang tinggi besar. Pokoknya pas buat membilas jejak gurih rasa rujak cingur dan soto sulung.

Menumpas kangen kali ini memang belum habis sampai porsi pertama. Seporsi rujak cingur yang bumbunya dipisah (harganya Rp. 23.000,00) sedikit lebih mahal pun saya pesan untuk dibawa pulang. Wah, padahal saya masih mengincar rawon dan tahu campurnya yang wuenaak tenan! Jadi masih ada alasan buat mampir kantin ini lagi!

Kantin Rujak Cingur
Pak Hadi Khas Surabaya
Jl. Wahid Hasyim 48
Jakarta Pusat
Telpon : 021- 391-0357/ HP: 08581-3333645
Buka : 08.00 – 21.00

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, January 2, 2012

Ayo Nyoto Madura Khas Surabaya, Uenak Tenan Rek !

Odilia Winneke - detikFood

Ayo Nyoto Madura Khas Surabaya, Uenak Tenan Rek !
Foto: detikfood Jakarta - Saat hujan dan udara dingin berangin, semangkuk soto Madura yang gurih panas ini jadi pengobat kangen yang pas. Kuahnya kecokelatan dengan bongkahan potongan daging sapi, beraroma wangi. Disantap dengan nasi pulen berbungkus daun pisang. Uenake poll!

Pulau Madura dan Surabaya memang berdekatan, maka tak heran jika soto Madura juga banyak dibuat oleh orang Surabaya. Nyatanya justru orang Surabaya yang bikin soto Madura jadi tersohor. Mungkin juga karena rasanya yang khas membuat soto ini digemari oleh banyak orang.

Lebih dari 20 tahun rasanya ruko mungil di jalan Juanda Jakarta itu menyajikan soto Madura dan hidangan Jawa Timur. Kini, banner resto kelihatan lebih menyolok dengan warna merah. Racikan soto racikan pak Prihandono Lazarus ini memang khas Madura meskipun pakai embel-embel Surabaya.

Di depan resto ada angkringan soto khas Madura dengan pikulan berujung runcing. Tumpukan mangkuk ada di sisi pelayan yang jadi peraciknya. Dandang besar yang ditaruh di atas tungku arang berisi kaldu dan daging sapi yang dipanaskan dengan api kecil dan bergolak pelan. Di sisi lain ada panggangan sate yang tak henti mengepulkan aroma wangi sate. Wah, makin menggoda!

Bagian dalam resto berbentuk memanjang yang nyaris tak pernah kosong dijejali penggemar soto. Dindingnya dipenuhi pigura kaca berisi foto dan komentar para selebriti hingga pejabat daerah dan pejabat tinggi. Soal kondang memang sudah tak ada duanya. Seingat saya dai dulu gaya penyajiannya juga tak berubah.

Pelayan berbaju Madura, kaos setrip merah putih, celana komprang selutut dan ikat kepala menambah meriah suasana reato yang padat. Menu andalannya tentu saja soto Madura, tinggal pilih yang istimewa atau daging saja. Soto ayam, soto telur atau soto buntut bisa juga jadi alternatif.

Kalau kangen masakan Surabaya. Ada rawon, lontong tahu, tahu tek, tahu campur dan rujak cingur. Pecel, gado-gado, kupat lontong dan aneka sate. Karena ingin mengulang kembali gurih enaknya soto Madura maka soto Madura, seporsi tahu campur dan sate ayampun jadi menu nostalgia saya.

Meskipun sama-sama soto Madura, ada yang berkuah agak kuning pucat dan sedikit keruh. Namun, soto racikan pak Pri ini (Rp.19.000,00)justru kecokelatan dan keruh. Selalu disajikan panas mengepul dan daging sapi yang dilapisi lemak tipis dipotong besar-besar. Meskipun demikian saat digigit sangat empuk. Kuahnya gurih dengan rasa kemiri, bawang, jahe dan serai yang kuat. Tanpa dagingpun kuahnya sudah enak!

Mungkin karena direbus perlahan dengan api arang yang kecil. Pasangan soto ini adalah nasi pulen berbungkus daun pisang yang disediakan di meja. Wangi semerbak daun pisang menyelimuti nasi yang sedikit lembek. Dengan sedikit kucuran air jeruk nipis dan sambal rawit, makin sedap!

O, ya kalau mau lauk tambahan ada sate hati ampela dan perkedel kentang. Perkedelnya garing bagian luarnya dan di dalamnya ada sedikit campuran daging. Pokoknya lauk ini pas buat melengkapi soto yang gurih sedap.

Sate ayamnya (Rp.20.000,00) juga tak mengecewakan, fillet ayam dipotong tak terllau tebal, dipanggang agak kering. Saus kacang yang lembut, acar dan sambal rawit melengkapi sate yang empuk tanpa lemak ini. Sayang sekali tahu campur yang saya andalkan buat menebus kangen kurang pas. Sambal petisnya terasa kurang asin, ditambah daging kuah kurang gurih dan tak ada lento yang melengkapinya.

Mengiringi santapan soto ini, es asam Jawa ( Rp. 10.000,00 )ternyata sangat pas rasanya. Asam segar asam Jawa kawak yang memenuhi setengah gelas ini mengeluarkan sari asam yang asam segar. Benarlah kata orang di saat perut lapar, memang comfort food? seperti ini paling pas. Pokoke uenake poll rek! Mampir yo!

Soto Madura Khas Surabaya
Masakan Khas Jawa Timur
Jl. Ir. H. Juanda Raya No. 16
Jakarta Pusat
Telepon: 021-3505673/74

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

View the original article here