Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Peringkat. Show all posts
Showing posts with label Peringkat. Show all posts

Sunday, July 31, 2011

Rendang Peringkat 11 Makanan Terenak di Dunia

Odilia Winneke - detikFood

Rendang Peringkat 11 Makanan Terenak di Dunia
Foto:cookwithshuk-langkawi.com Jakarta -

Daftar 50 makanan terenak di dunia dirilis oleh CNNgo. Massaman Curry dari Thailand menduduki peringkat pertama. Rendang menduduki peringkat 11. Apa saja makanan terenak di dunia lainnya? Berapa banyak yang pernah Anda cicipi?

Peringkat yang dibuat oleh CNNgo ini mengundang banyak komentar. Mengapa Frech Fries tak masuk peringkat? Juga banyak komentar mengenai makanan yang masuk peringkat dan tidak. Peringkat ini berdasarkan polling ini pun masih bisa berubah.

Makanan Amerika terbanyak menduduki peringkat. Sedangkan Thailand, Vietnam, Hongkong dan Singapura termasuk negara Asia yang memiliki makanan yang cukup populer di dunia.

Inilah 50 makanan terenak di dunia, mana saja yang jadi favorit dan pernah Anda cicipi?

1.Massaman Curry, Thailand
2.Neapolitan Pizza, Italia
3.Chocolate, Mexico
4.Sushi, Jepang
5.Peking Duck, Cina
6.Hamburger, Jerman
7.Penang Assam Laksa, Malaysia
8.Tom Yam Goong, Thailand
9.Ice Cream, Amerika
10.Chicken Muamba, Gabon
11.Rendang, Indonesia
12.Sheperd's Pie, Inggris
13.Corn on the cob, global
14.Doughnut, Amerika
15.Kalua pig, Amerika
16.Egg Tart, Hongkong
17.Lobster, global
18.Kebab, Iran
19.Nam tok moo, Thailand
20.Arepaz, Venezuela
21.Croissant, Perancis
22.Brownie and Vanila Ice cream, global
23.Lasagna, Italia
24.Champ, Irlandia
25.Buttered Garlic Crab, India
26.Fajitas, Mexico
27.Montreal Style Smoked Meat, Canada
28.Pho, Vietnam
29.Ohmi-gyu Beefsteak, Jepang
30.Goi cuon, Vietnam
31.Parma ham, Italia
32.Ankimo, Jepang
33.Fish n Chips, Inggris
34.Maple Syrup, Kanada
35.Chilli Crab, Singapura
36.Texas BBQ pork, Texas
37.Chicken parm, Australia
38.Frensh Toast, Hongkong
39.Ketchup, Amerika
40.Marzipan, Jerman
41.Stinky Tofu, Asia Tenggara
42.Buttered Tost with Marmite, Inggris
43.Tacos, Mexico
44.Poutine, Kanada
45.Chicken Rice, Singapura
46.Som Tam, Thailand
47.Seafood Paella, Spanyol
48.Potato Chips, Amerika
49.Masala Dosa, India
50.Buttered popcorn, Amerika

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Thursday, April 7, 2011

Indonesia Peringkat Ke-5 Tujuan Wisata Halal

Devita Sari - detikFood

Indonesia Peringkat Ke-5 Tujuan Wisata Halal
Foto: dev/detikFood Jakarta - Wisata halal menjadi pertimbangan penting bagi wisatawan mancanegara terutama kaum muslim. Wisata yang dilengkapi dengan sarana dan makanan halal ternyata mampu menyedot banyak wisatawan. Sayang sekali dalam sebuah survey Indonesia hanya mampu meraih peringkat ke 5 sebagai daerah tujuan wisata halal di dunia!

Tak dapat dipungkiri, kuliner halal kini telah menjadi salah satu daya tarik pariwisata yang dapat mendongkrak kunjungan wisatawan asing ke suatu negara. Sebut saja Malaysia, Turki, Egypt, dan Marrocco - negara-negara tersebut telah sukses menjadikan kuliner halal sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke negara mereka.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Crescentrating Halal Travel yaitu sebuah penyedia fasilitas layanan travel, informasi jasa dan resto halal yang berbasis di Singapura. Dalam surveinya terhadap '10 Halal Friendly Destinations', Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia hanya menempati ranking ke-5.

Posisi Indonesia ini jauh diatas Malaysia yang menempati urutan pertama, dan satu tingkat di atas Thailand yang menempati urutan ke-6. Padahal menurut data statistik Menbudpar terdapat sekitar 122.312.000 wisatawan lokal di tahun 2010 dan 7.002.944 wisatawan mancanegara yang datang ke seluruh wilayah di Indonesia.

Untuk wisatawan lokal sendiri sebagaimana mayotitas penduduk Indonesia adalah muslim, maka ketersediaan kuliner halal otomatis sangat dibutuhkan. Untuk wisatawan mancanegara terdapat sebanyak 1.034.642 berasal dari Malaysia, 68.878 dari Arab Saudi, 3.277 dari Mesir, dan 4.906 dari UEA. Ini membukatikan bahwa mayoritas wisatawan yang datang adalah kaum muslim.

Seperti yang dikatakan oleh Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Firmansyah Rahim dalam seminar sehari yang diselenggarakan oleh LPPOM MUI kemarin (6/4). Wisatawan Timur Tengah masih menjadi wisatawan terbesar di Indonesia, sehingga penyediaan kuliner halal sangatlah penting. Dari data Crescentrating saja diketahui pengeluaran wisatawan muslim dunia telah mencapai sekitar US$ 930 miliar (2009), sedangkan Indonesia hanya memperoleh US$6.3 juta saja (2009).

Hal ini juga terkait dengan UU no.10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Dimana disebutkan bahwa berwisata merupakan hak asasi manusia (butir b) dan pariwisata merupakan bagian integral pembangunan nasional dan memberikan perlindungan nilai-nilai agama, budaya, dan lingkungan hidup (butir c).

Oleh karena itu setiap wisatawan berhak atas pelayaan makan dan minum, baik untuk muslim dan non muslim. Sehingga untuk wisatawan muslim, mereka berhak atas kepastian dalam mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal. Dan pada akhirnya hal ini juga akan menjadi kewajiban dan tanggung jawab pengusaha untuk memastikan halal dan non halalnya baik makanan dan jasa.

Pemerintah pun telah berencana dalam membuat sejumlah kegiatan penunjang ketersediaan kuliner halal ini. Mulai dari penyusunan standar usaha hotel (termasuk makanan dan minuman dalam hotel), penyusunan standar usaha restoran dan jasa boga (katering), penyusunan standar usaha jasa makan - minum (RM, Cafe, dan bar), penyusunan standar usaha lain yang memiliki fasilitas makan minum dalam usahanya, dan optimalisasi kemitraan dengan PHRI, APJI, ACP, ICA, dll.

Peran dalam mewujudkan ketersediaan halal ini memang tidak bisa lepas dari keterkaitan berbagai pihak. Mulai dari LPPOM MUI sendiri sebagai lembaga sertifikasi halal, Menbudpar, para agen perjalanan wisata, PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia, APJI (Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia), ACP (Asosiasi Chef Profesional), serta masyarakat.

(dev/Odi)

Tutup

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message

Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here