Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Padeh. Show all posts
Showing posts with label Padeh. Show all posts

Tuesday, February 21, 2012

Resep: Gajebo Asam Padeh

Bondan Winarno - detikFood

Resep: Gajebo Asam Padeh
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Masakan Minang yang satu ini unik. Mirip gulai tetapi tanpa santan. Tetapi jangan ditanya rasanya. Gurih pedas dan asam menyatu hingga membuat lidah bergoyang. Buktikan saja!

Bahan:
1 kg daging sapi (bagian dada atau gajebo alias sandung lamur)
Bumbu:
6 lembar daun jeruk nipis
5 lembar daun salam
1 batang sereh
Haluskan:
250 g cabai merah giling
20 butir bawang merah
12 siung bawang putih
15 butir kemiri
2 jempol ( 4 cm )jahe
2 jempol ( 4 cm ) lengkuas
3 butir asam kandis
Gula dan garam secukupnya sebagai penyeimbang rasa

Cara membuat:

Daging sapi atau ikan dipotong menurut ukuran yang diingini, lalu dicuci bersih.Campur bumbu halus, daun jeruk nipis, daun salam, dan serai.Aduk sampai rata dengan daging sapi atau ikan. Diamkan selama 1 jam pada suhu kamar sambil dijaga kebersihannya.Masukkan ke dalam belanga dari tanah liat (terakota), tambahkan air secukupnya.Masak dengan api kecil selama 2-3 jam sampai daging empuk dan bumbunya kental. Usahakan sama sekali tidak membuka penutup belanga selama proses memasak.Asam padeh sebaiknya dimasak hari ini, dan disantap keesokan harinya setelah dihangatkan ulang.Resep diperoleh dari:
Ibu Eti
RM Ambun Pagi
Jl. Batu Balang
Batusangkar
0752 71617

Riset disponsori oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk.

(dev/Odi)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, August 1, 2011

Gajebo Asam Padeh nan Lamak


img_consultant_1

Dikenal sebagai seorang pengelana kuliner yang tak pernah berhenti menjelajahi kekayaan kuliner di dalam dan luar negeri. Aktif sebagai pembawa acara kuliner dan penulis kolom kuliner. Kanal ini merupakan dedikasi dan kecintaannya terhadap pusaka kuliner Indonesia.

Devita Sari - detikFood

Gajebo Asam Padeh nan Lamak
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Sekalipun asam padeh berarti asam pedas, tetapi masakan khas Minang ini beda gagrak bila dibanding dengan masakan asam pedas dari Riau yang encer berkuah segar. Bila asam pedas Riau mirip pindang Palembang, kuah asam Manado, maupun tom yam Thailand, asam padeh Minang lebih mirip gulai tanpa santan.

Di Ranah Minang, bumbu asam padeh lazim dipakai untuk memasak ikan tongkol atau daging sapi – khususnya gajebo alias sandung lamur (bagian daging sapi berlemak mirip sam can pada babi). Karena namanya asam padeh, wajar bila bumbu utamanya adalah cabe. Dalam hal ini, yang dipakai adalah cabe giling, yaitu cabe merah keriting yang dijual di pasar dalam keadaan sudah digiling atau diuleg halus. Tendangan rasa asamnya diperoleh dari asam kandis (asam kandih dalam dialek Minang), yaitu sejenis asam dari buah yang mirip manggis. Bila asam kandis tidak dapat ditemukan, asam pengganti yang dapat dipakai adalah asam telunjuk (disebut asam sunti di Aceh, yaitu blimbing wuluh atau blimbing sayur). Karena asam gelugur (asam potong) masih sekeluarga dengan asam kandis, maka asam gelugur pun dapat dipakai sebagai pengganti. Kedua jenis asam ini – asam kandis dan asam gelugur – berasal dari India. Karena itu kita juga sering merasakan sumber rasa asam yang sama dalam berbagai masakan India

Karena tidak dimasak dengan santan, proses memasak asam padeh harus diikuti dengan benar agar mencapai citarasa maksimum. Karakterisitik utama masakan ini adalah segar. Citarasa pedas dan asamnya tidak boleh menonjol. Karakter asam pedas ini memberi balance yang baik dalam susunan menu masakan tradisional Minang yang umumnya menonjolkan citarasa gurih dan pedas.

Masakan asam padeh yang bagus ditentukan oleh kualitas bahan yang dimasak pula. Ikan tongkol yang dipakai, misalnya, harus yang berkualitas bagus, firm dan flaky. Begitu juga daging sapi yang dipilih. Lemak yang tidak baik harus dibuang, dan hanya lemak gajebo yang masih mengkal yang dapat dipakai agar minyaknya tidak "merusakkan" karakter kuah kentalnya yang segar.

Semua bumbu yang sudah dihaluskan harus dibiarkan tergaul dengan ikan atau dagingnya selama sekurang-kurangnya satu jam di suhu kamar, agar bumbunya meresap benar. Cara memasak yang terbaik adalah dengan belanga dari tanah liat, dimasak dengan api kayu bakar yang tidak terlalu panas, dalam waktu 2-3 jam, dan tidak boleh dibuka tutupnya selama proses memasak.

Bila melihat warnanya yang jingga cerah, banyak yang menduga bahwa masakan ini memakai tomat. Padahal, asam padeh sama sekali tidak dimasak dengan tomat.

Sandingan yang paling tepat untuk masakan asam padeh adalah sajian renyah dengan sambal lado (merah ataupun hijau) yang nendang pedasnya. Nasi sebakul pun habis tandas karenanya.

Jadi, kalau Anda sedang mengurangi konsumsi santan, jangan khawatir, asam padeh adalah masakan Minang tanpa santan yang dijamin menggoyang lidah Anda.

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Sunday, July 31, 2011

Resep Ikan: Gajebo Asam Padeh


img_consultant_1

Dikenal sebagai seorang pengelana kuliner yang tak pernah berhenti menjelajahi kekayaan kuliner di dalam dan luar negeri. Aktif sebagai pembawa acara kuliner dan penulis kolom kuliner. Kanal ini merupakan dedikasi dan kecintaannya terhadap pusaka kuliner Indonesia.

Bondan Winarno - detikFood

Resep Ikan: Gajebo Asam Padeh
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Masakan Minang yang satu ini unik. Mirip gulai tetapi tanpa santan. Tetapi jangan ditanya rasanya. Gurih pedas dan asam menyatu hingga membuat lidah bergoyang. Buktikan saja!

Bahan:
1 kg daging sapi (bagian dada atau gajebo alias sandung lamur)
Bumbu:
6 lembar daun jeruk nipis
5 lembar daun salam
1 batang sereh
Haluskan:
250 g cabai merah giling
20 butir bawang merah
12 siung bawang putih
15 butir kemiri
2 jempol ( 4 cm )jahe
2 jempol ( 4 cm ) lengkuas
3 butir asam kandis
Gula dan garam secukupnya sebagai penyeimbang rasa

Cara membuat:

Daging sapi atau ikan dipotong menurut ukuran yang diingini, lalu dicuci bersih.Campur bumbu halus, daun jeruk nipis, daun salam, dan serai.Aduk sampai rata dengan daging sapi atau ikan. Diamkan selama 1 jam pada suhu kamar sambil dijaga kebersihannya.Masukkan ke dalam belanga dari tanah liat (terakota), tambahkan air secukupnya.Masak dengan api kecil selama 2-3 jam sampai daging empuk dan bumbunya kental. Usahakan sama sekali tidak membuka penutup belanga selama proses memasak.Asam padeh sebaiknya dimasak hari ini, dan disantap keesokan harinya setelah dihangatkan ulang.Resep diperoleh dari:
Ibu Eti
RM Ambun Pagi
Jl. Batu Balang
Batusangkar
0752 71617

Riset disponsori oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk.

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here