Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Mitos. Show all posts
Showing posts with label Mitos. Show all posts

Tuesday, March 6, 2012

5 Mitos Keliru Seputar Nutrisi Makanan

Dyah Oktabriawatie - detikFood Banyak orang percaya makan telur bisa memicu kadar kolesterol jadi tinggi. Makan gula dan garam bisa menyebabkan diabetes. Karena berkembangnya gaya hidup sehat banyak pendapat salah seputar makanan. Sebaiknya cermati dulu informasinya.

Kesalah pahaman seputar makanan memang perlu diluruskan. Seperti yang dilansir HuffingtonPost beberapa peneliti nutrisi terkemuka, koki dan ilmuan makanan melakukan penelitian seputar makanan yang diberitakan tidak baik untuk kesehatan.

Berikut 5 mitos bahan makanan yang populer karena dampaknya tidak baik untuk kesehatan:



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, June 11, 2011

Bubur Lolos, Mitos Bikin Lahiran Lancar

Eka Septia Wulan - detikFood

Bubur Lolos, Mitos Bikin Lahiran Lancar
Foto: wln/detikfood Jakarta - Jika mendengar nama makanan asal tanah Sunda ini, pasti Anda akan bingung. Tekstur dan warnanya mirip sekali dengan dodol Betawi. Rasanya legit gurih, dan jadi menu wajib untuk mereka yang melakukan upacara tujuh bulanan.
?
Bubur Lolos, saat mendengar namanya pertama kali kepala saya langsung dipenuhi pertanyaan. Kenapa dinamakan lolos? Lantas kenapa dibungkus daun bukan ditaruh di wadah seperti mangkok kalau memang masuk dalam kategori bubur?
?
Ternyata, bubur lolos dinamakan demikian bukan tanpa alasan. Bubur lolos ini adalah salah satu menu yang kerp kali dijumpai di acara-acara tujuh bulanan bagi masyarakat Sunda. Mengapa? Karena bubur ini dianggap sebagai simbol agar proses melahirkan si Ibu nanti dimudahkan alias lolos atau lancar.
?
Tidak seperti bubur pada umumnya, bubur lolos ini cenderung mirip sekali dengan dodol Betawi kalau dilihat dari segi tekstur dan juga warna. Bubur lolos berbahan dasar tepung beras, tepung ketan, serta tepung kanji yang diaduk menjadi satu bersama dengan gula merah dan juga santan sehingga membentuk adonan yang kenyal.
?
Santan yang digunakan adalah santan kental, sehingga saat dimasak nanti mengeluarkan minyak sehingga tidak lengket saat dibungkus. Bubur ini dibungkus daun pisang yang salah satu sisinya tidak ditutup.
?
Sebelum dibungkus dengan daun pisang, adonan bubur lolos ini diberi topping blondo. Blondo adalah santan kental yang dimasak hingga hampir membentuk minyak. Tak heran jika rasa bubur ini jadi lebih gurih. Di daerah Jawa Barat, bubur lolos masih sering dijumpai kalau ada masyarakat yang mengadakan upacara nujuh bulan. Tapi jika Anda penasaran seperti apa rasanya, Anda bisa datang ke rumah makan Koko Bogana, di daerah Kebayoran Baru. Disini bubur lolos bisa Anda beli dengan harga Rp 5.000 saja. Terjangkau bukan?

(eka/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Friday, March 4, 2011

Bukan Mitos: You Are What You Eat

Eka Septia Wulan - detikFood

Bukan Mitos: You Are What You Eat
Jakarta - Pernah dengar istilah 'You are what you eat'? Bukan sekedar istilah belaka, tapi memang apa yang Anda makan akan mewakili Anda sebenarnya. Efek yang ditimbulkan mungkin tidak terlihat secara langsung, tapi akan dirasakan pada masa yang akan datang.

Apa yang kita makan akan mencerminkan diri kita, benarkah demikian? Banyak orang meragukan pepatah lama ini. Mungkin hal ini memang tidak disadari secara langsung, tapi justru akan terlihat hasilnya beberapa tahun yang akan datang. Bahkan ilmuwan di Linkoping University mengatakan 'sesaat di bibir' bisa menyebabkan 'seumur hidup dipinggul'.

Yang dimaksud adalah, makanan yang Anda makan terkadang hanya enak dan lezat dirasakan sesaat dimulut. Dan tanpa disadari Anda memakannya dalam jumlah yang sedikit lebih banyak. Namun Anda tidak memperhitungkan apa yang akan terjadi pada tubuh Anda sesudah menyantap makanan itu semua. Sebut saja tiramisu, cheesecake, opera, dan jenis makanan manis lainnya yang mengandung lemak dan tinggi kalori.

Ada Ernersson dan tim peneliti di Linkoping University Swedia melakukan sebuah studi. Selama empat minggu, 18 orang yang diteliti melakukan penurunan olah raga justru meningkatkan asupan energi. Sehingga menyebabkan lemak pada tubuh meningkat jauh lebih tinggi.

Peningkatan ini sekitar 70% selama satu minggu. Jika dikonversikan kenaikan berat badan rata-rata setiap orang sekitar 6,4 kg dalam seminggu. Peningkatan berat badan ini tidak bisa langsung diturunkan, dan jika Anda tidak mengontrol pola makan Anda hal ini akan semakin buruk dalam jangka waktu dua tahun.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Ernersson ini, memberi bukti baru yang menarik. Bahwa makan berlebihan dalam jangka waktu yang pendek dan kurang olahraga berpotensi mengubah fisiologi seseorang. Yaitu, menyebabkan seseorang sulit untuk menurunkan berat badan.

(eka/Odi)

Tutup

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message

Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here