Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Lontong. Show all posts
Showing posts with label Lontong. Show all posts

Tuesday, August 21, 2012

Waspadai Ketupat dan Lontong Dengan Bahan Aditif Non Pangan

Odilia Winneke - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Waspadai Ketupat dan Lontong Dengan Bahan Aditif Non Pangan
Foto: detikfoto Jakarta - Ketupat dan lontong matang biasanya jadi pilihan dari pada membuat sendiri. Maklum saja membuat ketupat dan lontong perlu kesabaran. Namun, perlu waspada karena banyak penjual ketupat dan lontong matang memakai bahan aditif non pangan.

Bahan aditif yang biasa dipakai berlebihan oleh penjual lontong dan ketupat adalah air abu/bleng yang berlebihan. Akhir-akhir ini banyak penjual memakai boraks atau pjer dengan takaran berlebihan. Tujuannya membuat tekstur ketupat dan lontong jadi kenyal dan tidak cepat basi serta warnanya cerah.

Kalau terpaksa harus membeli lontong dan ketupat matang, perhatikan hal berikut ini:

Pesan dan belilah lontong dan ketupat matang 2-3 hari sebelum lebaran karena biasanya penjual banyak meneima pesanan dan tidka memiliki stok cukup.Pesan dan belilah pada penjual langganan sehingga sudah tahu kualitas buatan mereka.Jangan memilih ketupat atau lontong yang terlalu keras. Biasanya penjual menambahkan air abu berlebihan sehingga ketupat dan lontong menjadi sangat keras/kenyal.Ketupat dan lontong kini juga banyak diberi tambahan bahan non pangan seperti boraks/pijer sehingga lebih kenyal dan tahan lama.Pilihlah lontong dan ketupat yang tak terlalu keras, tekan kedua ujungnya, pilihlah yang lembek menandakan tidak diberi bahan pengenyal.Ketupat dan lontong tanpa tambahan bahan non pangan berlebihan biasanya lunak, lembut teksturnya.Khusus untuk ketupat pilihlah yang jarak antar lipatannya agak berlubang atau berongga. Jika diberi bahan pengenyal teksturnya keras, dan lipatan daun kelapanya cenderung merapat.Sebelum disimpan, kukus ketupat dan lontong selama 30 menit, dinginkan lalu simpan. Hal ini untuk mencegah basi karena kita tidak tahu kapan lontong dan ketupat itu dimasak oleh penjualnya.Jika akan disimpan lebih dari sehari sebaiknya simpan lontong dan ketupat di dalam lemari es. Dengan cara ini lontong dan ketupat bisa tahan 3-4 hari.Saat akan disantap, kukus lontong dan ketupat dalam kukusan panas selama 30 menit.

(odi/odi)


Punya makanan favorit saat Ramadan & Lebaran? Ceritakan dengan menarik & lengkap di sini . Raih Grand Prize Mixer Kitchen Aid untuk cerita yang paling banyak di LIKE.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, August 19, 2012

Waspadi Ketupat dan Lontong Dengan Bahan Aditif Non Pangan

Odilia Winneke - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Waspadi Ketupat dan Lontong Dengan Bahan Aditif Non Pangan
Foto: detikfoto Jakarta - Ketupat dan lontong matang biasanya jadi pilihan dari pada membuat sendiri. Maklum saja membuat ketupat dan lontong perlu kesabaran. Namun, perlu waspada karena banyak penjual ketupat dan lontong matang memakai bahan aditif non pangan.

Bahan aditif yang biasa dipakai berlebihan oleh penjual lontong dan ketupat adalah air abu/bleng yang berlebihan. Akhir-akhir ini banyak penjual memakai boraks atau pjer dengan takaran berlebihan. Tujuannya membuat tekstur ketupat dan lontong jadi kenyal dan tidak cepat basi serta warnanya cerah.

Kalau terpaksa harus membeli lontong dan ketupat matang, perhatikan hal berikut ini:

Pesan dan belilah lontong dan ketupat matang 2-3 hari sebelum lebaran karena biasanya penjual banyak meneima pesanan dan tidka memiliki stok cukup.Pesan dan belilah pada penjual langganan sehingga sudah tahu kualitas buatan mereka.Jangan memilih ketupat atau lontong yang terlalu keras. Biasanya penjual menambahkan air abu berlebihan sehingga ketupat dan lontong menjadi sangat keras/kenyal.Ketupat dan lontong kini juga banyak diberi tambahan bahan non pangan seperti boraks/pijer sehingga lebih kenyal dan tahan lama.Pilihlah lontong dan ketupat yang tak terlalu keras, tekan kedua ujungnya, pilihlah yang lembek menandakan tidak diberi bahan pengenyal.Ketupat dan lontong tanpa tambahan bahan non pangan berlebihan biasanya lunak, lembut teksturnya.Khusus untuk ketupat pilihlah yang jarak antar lipatannya agak berlubang atau berongga. Jika diberi bahan pengenyal teksturnya keras, dan lipatan daun kelapanya cenderung merapat.Sebelum disimpan, kukus ketupat dan lontong selama 30 menit, dinginkan lalu simpan. Hal ini untuk mencegah basi karena kita tidak tahu kapan lontong dan ketupat itu dimasak oleh penjualnya.Jika akan disimpan lebih dari sehari sebaiknya simpan lontong dan ketupat di dalam lemari es. Dengan cara ini lontong dan ketupat bisa tahan 3-4 hari.Saat akan disantap, kukus lontong dan ketupat dalam kukusan panas selama 30 menit.

(odi/odi)


Punya makanan favorit saat Ramadan & Lebaran? Ceritakan dengan menarik & lengkap di sini . Raih Grand Prize Mixer Kitchen Aid untuk cerita yang paling banyak di LIKE.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, August 18, 2012

Membuat Ketupat dan Lontong Yang Enak? Simak Tips Ini!

Odilia Winneke - detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Membuat Ketupat dan Lontong Yang Enak? Simak Tips Ini!
Foto: www.detikfood.com Jakarta - Lontong dan ketupat merupakan dua jenis olahan beras yang wajib hadir di hari Lebaran. Membuatnya gampang-gampang susah. Kadang ketupat lembek, atau keras sekali dan mudah basi. Kalau ingin membuat ketupat dan lontong sendiri, cobalah simak info berikut ini.

Membuat lontong dan ketupat sendiri tidak sulit, asal tahu trik dan caranya yang tepat. Cobalah perhatikan beberapa hal berikut ini:

Lontong:

Untuk membuat lontong pertama siapkan daun pisang batu yang tidak terlalu tua. Lap hingga bersih dan kering. Potong-potong berukuran sekitar 30x20cm.Cuci bersih beras pulen (seperti rojolele, pandan wangi, mentik spesial) lalu rendam dalam air dingin selama 1 jam. Jika suka bisa ditambahkan sedikit air kapur sirih. Tiriskan.Siapkan lidi untuk menyemat, bisa dibuat dari lidi daun kelapa.Gulung 2 lembar daun pisang dengan bagian hijau menghadap ke dalam sehingga menyerupai silinder. (Ini supaya lontong berwarna hijau). Semat salah satu ujungnya dengan lidi.Isi contong/gulungan daun pisang dengan beras hingga sekitar ? tinggi gulungan lalu semat ujung yang satu dengan lidi.Susun lontong di dalam panci tinggi dengan posisi berdiri.Tuangi air hingga lontong terendam, Bisa ditambahkan potongan daun pandan dalam air rebusannya.Masak dengan api sedang selama 2 jam, jika air berkurang tambahkan air panas. Masak terus sampai lontong padat dan kenyal.Angkat lontong, tiriskan dalam posisi berdiri dan angin-anginkan hingga dingin.
Jika ingin cara lebih praktis bisa mengikuti langkah berikut ini: Masak beras yang sudah direndam dengan air secukupnya hingga menjadi aronan (nasi setengah masak). Banyaknya air sekitar 2 cm dari permukaan beras.Bungkus tiap 3-4 sdm aronan beras dengan daun pisang hingga berbentuk silinder lalu semat kedua sisinya dengan lidi.Selanjutnya masak lontong seperti biasa di dalam panci tinggi hingga matang sekitar 1 jam.Jika ada bisa dipakai panci bertekanan atau pressure cooker. Masukkan lontong dalam panci ini dan beri air hingga terendam.Masak lontong selama 30 menit, dihitung sejak panci berdesis.
Ketupat: Siapkan kulit ketupat dengan ukuran yang sama agar matangnya bersamaan. Cuci bersih kulit ketupat dan tiriskan.Cuci bersih beras pulen (seperti rojolele, pandan wangi, mentik spesial) lalu rendam dalam air dingin selama 1 jam. Jika suka bisa ditambahkan sedikit air kapur sirih. Tiriskan.Isi kulit ketupat dengan beras hingga 2/3 bagian kulitnya terisi beras.Susun ketupat di dalam panci tinggi dan besar. Tuangi air panas lalu masak selama 2-3 jam hingga ketupat padat. Jika air berkurang tambahkan air panas secukupnya.Angkat ketupat dan tiriskan lalu gantung di tempat yang berangin hingga ketupat dingin.
Jika ingin memakai cara praktis bisa dipakai seperti cara praktis seperti membuat lontong di atas.

(odi/odi)


Punya makanan favorit saat Ramadan & Lebaran? Ceritakan dengan menarik & lengkap di sini . Raih Grand Prize Mixer Kitchen Aid untuk cerita yang paling banyak di LIKE.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Monday, January 2, 2012

Resep Lontong Balap

Lontong balap punya ciri khas pada lentho gorengnya, atau perkedel dari singkong. Tambahan taoge dan tahu cina membuat sajian ini makin lengkap.

Bahan:
5 bh lontong, potong-potong
100 gr taoge, seduh sebentar
1 bh tahu cina, goreng, potong-potong
2 btg seledri, iris
2 bh jeruk nipis, potong
kerupuk udang/mi secukupnya

Bahan lentho:
(Perkedel singkong)
500 gr singkong, parut, peras, dan buang airnya
1 sdt ketumbar sangrai
3 siung bawang putih
8 lbr daun jeruk, iris halus
1 cm kunyit
1 sdm gula pasir
½ sdt garam
minyak goreng, untuk menggoreng

Kuah lontong:
1 lt kaldu sapi
3 siung bawang putih, memarkan
2 cm jahe, memarkan
1 sdt merica bubuk
1 sdt garam
2 sdm minyak untuk menumis

Sambal petis:
6 bh cabai merah keriting, iris halus
2 sdm petis udang, larutkan dengan sedikit air panas
1 sdm kecap manis
1 sdt gula pasir
½ sdt garam

Cara membuat:
1. Lentho: haluskan ketumbar, bawang putih, kunyit, gula pasir, dan garam. Campur singkong parut dengan bumbu halus dan daun jeruk, aduk rata. Bagi menjadi beberapa bagian, bentuk bulat pipih. Kemudian kukus selama 30 menit atau sampai matang. Angkat. Setelah dingin goreng sebentar sampai kuning kecoklatan dan kering, angkat dan tiriskan. Sisihkan.
2. Kuah: panaskan minyak, tumis bawang putih dan jahe sampai matang dan harum. Tambahkan kaldu sapi, merica bubuk dan garam, aduk rata. Masak sampai mendidih, angkat dan sisihkan.
3. Sambal petis: campur semua bahan jadi satu, aduk rata. Sisihkan.
4. Penyajian: siapkan piring hidang, susun lontong, lentho, taoge, dan tahu. Sirami kuah. Taburi seledri dan sajikan dengan potongan jeruk nipis, kerupuk dan sambal petis selagi hangat


View the original article here

Monday, December 12, 2011

Resep Lontong Balap

Lontong balap punya ciri khas pada lentho gorengnya, atau perkedel dari singkong. Tambahan taoge dan tahu cina membuat sajian ini makin lengkap.

Bahan:
5 bh lontong, potong-potong
100 gr taoge, seduh sebentar
1 bh tahu cina, goreng, potong-potong
2 btg seledri, iris
2 bh jeruk nipis, potong
kerupuk udang/mi secukupnya

Bahan lentho:
(Perkedel singkong)
500 gr singkong, parut, peras, dan buang airnya
1 sdt ketumbar sangrai
3 siung bawang putih
8 lbr daun jeruk, iris halus
1 cm kunyit
1 sdm gula pasir
½ sdt garam
minyak goreng, untuk menggoreng

Kuah lontong:
1 lt kaldu sapi
3 siung bawang putih, memarkan
2 cm jahe, memarkan
1 sdt merica bubuk
1 sdt garam
2 sdm minyak untuk menumis

Sambal petis:
6 bh cabai merah keriting, iris halus
2 sdm petis udang, larutkan dengan sedikit air panas
1 sdm kecap manis
1 sdt gula pasir
½ sdt garam

Cara membuat:
1. Lentho: haluskan ketumbar, bawang putih, kunyit, gula pasir, dan garam. Campur singkong parut dengan bumbu halus dan daun jeruk, aduk rata. Bagi menjadi beberapa bagian, bentuk bulat pipih. Kemudian kukus selama 30 menit atau sampai matang. Angkat. Setelah dingin goreng sebentar sampai kuning kecoklatan dan kering, angkat dan tiriskan. Sisihkan.
2. Kuah: panaskan minyak, tumis bawang putih dan jahe sampai matang dan harum. Tambahkan kaldu sapi, merica bubuk dan garam, aduk rata. Masak sampai mendidih, angkat dan sisihkan.
3. Sambal petis: campur semua bahan jadi satu, aduk rata. Sisihkan.
4. Penyajian: siapkan piring hidang, susun lontong, lentho, taoge, dan tahu. Sirami kuah. Taburi seledri dan sajikan dengan potongan jeruk nipis, kerupuk dan sambal petis selagi hangat


View the original article here

Sunday, December 4, 2011

Resep Lontong Balap Surabaya

Lontong balap punya ciri khas pada lentho gorengnya, atau perkedel dari singkong. Tambahan taoge dan tahu cina membuat sajian ini makin lengkap.

Bahan:
5 bh lontong, potong-potong
100 gr taoge, seduh sebentar
1 bh tahu cina, goreng, potong-potong
2 btg seledri, iris
2 bh jeruk nipis, potong
kerupuk udang/mi secukupnya

Bahan lentho:
(Perkedel singkong)
500 gr singkong, parut, peras, dan buang airnya
1 sdt ketumbar sangrai
3 siung bawang putih
8 lbr daun jeruk, iris halus
1 cm kunyit
1 sdm gula pasir
½ sdt garam
minyak goreng, untuk menggoreng

Kuah lontong:
1 lt kaldu sapi
3 siung bawang putih, memarkan
2 cm jahe, memarkan
1 sdt merica bubuk
1 sdt garam
2 sdm minyak untuk menumis

Sambal petis:
6 bh cabai merah keriting, iris halus
2 sdm petis udang, larutkan dengan sedikit air panas
1 sdm kecap manis
1 sdt gula pasir
½ sdt garam

Cara membuat:
1. Lentho: haluskan ketumbar, bawang putih, kunyit, gula pasir, dan garam. Campur singkong parut dengan bumbu halus dan daun jeruk, aduk rata. Bagi menjadi beberapa bagian, bentuk bulat pipih. Kemudian kukus selama 30 menit atau sampai matang. Angkat. Setelah dingin goreng sebentar sampai kuning kecoklatan dan kering, angkat dan tiriskan. Sisihkan.
2. Kuah: panaskan minyak, tumis bawang putih dan jahe sampai matang dan harum. Tambahkan kaldu sapi, merica bubuk dan garam, aduk rata. Masak sampai mendidih, angkat dan sisihkan.
3. Sambal petis: campur semua bahan jadi satu, aduk rata. Sisihkan.
4. Penyajian: siapkan piring hidang, susun lontong, lentho, taoge, dan tahu. Sirami kuah. Taburi seledri dan sajikan dengan potongan jeruk nipis, kerupuk dan sambal petis selagi hangat


View the original article here

Tuesday, March 1, 2011

Jajan Soto Mi dan Lontong Medan di Dapur Anggrek

Devita Sari - detikFood

Jajan Soto Mi dan Lontong Medan di Dapur Anggrek
Foto: dev/detikFood Jakarta - Food court yang satu ini memang cocok jadi pilihan saat makan beramai-ramai. Beragam gerai menawarkan aneka makanan seperti soto mi, gado-gado, pempek, ayam kalasan, bakwan malang, sop kaki sapi, nasi campur, sampai dim sum ada di sini. Semua serba enak memanjakan lidah!

Acara makan bersama seringkali berubah menjadi hal yang merepotkan, terutama jika berurusan dengan selera yang berbeda beda. Oleh karena itu food court seringkali menjadi salah satu pilihan untuk bersantap. Apalagi kini hampir setiap mal menyediakan fasilitas food court.

Salah satu food court yang sering saya kunjungi adalah 'Dapur Anggrek'. Food court yang terletak di Mal Taman Anggrek lantai 4. Dapur Anggrek ini sudah cukup lama dan sudah berganti interior pula. Areanya cukup luas. Di satu sisi terdapat deretan makanan tradisional. Di bagian tengah ada gerai dessert yang dikelilingi gerai makanan Asia.

Sebelum masuk, pengunjung bakal disambut dengan 'Coupon Counter'. Nah, di tempat ini kami harus menukarkan uang tunai dengan kupon uang yang bakal menjadi alat pembayaran resmi di dalam area food court. Kupon tersebut berupa selembar uang khusus bernominal dari Rp 10.000, Rp 5000,00, Rp 1000,00 sampai Rp 500,00.

Setelah menukarkan uang di counter, saya dan teman-teman pun langsung berkeliling. Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, memilih menu di Dapur Anggrek tidak terlalu membingungkan. Pasalnya hampir masing-masing stall menawarkan menu andalannya.

Beberapa gerai favorit saya adalah Soto Mie Lautze dan Bakso Afung. Selain itu ada Nasi Campur, Seroja Baru, Agung Roxy Sop Kaki Kambing, Mi Kangkung, dan beberapa menu khas seperti Lontong Medan Alay cabang Petojo dan Soto Betawi cabang Ratu Plaza. Kesemuanya merupakan gerai-gerai yang selalu dipadati oleh pembeli.

Cuaca mendung diluar membuat kami ingin menghirup yang hangat-hangat. Soto mie plus 1 risol gerai Soto Mi Lautze saya tebus dengan kupon sebesar Rp 21.000,00. Rupanya selain soto mi ada soto daging dan juga risol kuah. Si soto mi langsung diracik di hadapan saya.

Pertama-tama si mbak penjual mengiris tomat dan kol yang langsung ditaruh dalam mangkok bersama mi bihun dan mi kuning. Setelah ditambahkan irisan daging dan irisan risol, syurrr... langsung disiram kuah kaldu yang mengepul panas. Taburan bawang goreng menjadi sentuhan akhir sajian ini.

Tampilannya yang menggiurkan langsung membuat saya tergoda untuk mencicipinya. Kuah kaldu sapi soto mi yang bening terasa gurih tak berlebih, setelah dikucuri jeruk limau dan sambal rawit rasanya sedikit asam segar dan pedsa. Mi kuningnya lembut berpadu serasi dengan si daging yang juga empuk. Irisan daging ini bercampur dengan sedikit kikil sehingga menciptakan sensasi kenyal-kenyal enak.

Risolnya berisi bihun dan irisan wortel tipis-tipis rasnya renyah gurih. Kalau ingin lebih meriah bisa ditambah emping goreng Betawi yang lebar besar. Berhubung porsinya cukup mengenyangkan, soto mi ini memang pas dinikmati tanpa nasi.

Si Lontong Medan Alay rupanya juga merebut perhatian teman saya. Tampilannya mlekoh dengan isi cukup generous, yaitu berupa irisan nangka, potongan kacang panjang, irisan wortel, labu, cabai hijau besar, lontong, dan diatasnya ditaburi kering kentang dan bumbu rendang. Hmm... sedap!

Yang istimewa dari hidangan tersebut adalah lontongnya padat dan lembut dengan diameter sekitar 4 cm. Kuahnya sedikit berminyak kekuningan, agak berbeda dengan lontong sayur Padang yang agak kemerahan. Kuahnya terasa sedikit gurih meski tidak terlalu kental. Tambahan sambal goreng membuat lontong seharga Rp 18.000,00 ini rasanya makin enak saja. Sayang sekali, tidak ada selipan teri Medan yang krenyes gurih.

O ya, berhubung masih banyak makanan lain yang belum sempat saya cicipi, rasanya saya harus kembali untuk es doger, es podeng, sushi, rujak juhi, mpek-mpek dan masih banyak yang lain.

Dapur Anggrek
Mal Taman Anggrek Lt.4
Jl. Letjen S Parman Kav.21
Jakarta Barat
Jam Buka: 11.00 - 22.00

(dev/Odi)

Tutup

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message



Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here