Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Kantung. Show all posts
Showing posts with label Kantung. Show all posts

Thursday, August 18, 2011

Kantung Sperma Ikan Cod di Tatemukai

Bondan Winarno - detikFood

Kantung Sperma Ikan Cod di Tatemukai
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Masayuki Tatemukai adalah seorang chef dari jepang yang sudah lama tinggal di Indonesia. Semula ia bekerja di Kinokawa, Menara Thamrin. Kemudian ia pulang ke Jepang. Para pelanggannya pun protes karena kehilangan sentuhan istimewa Tate-san yang memang teramat piawai. Tate-san pun kembali ke Indonesia, lalu membuka restorannya sendiri di Grand Indonesia. Seperti para chef Jepang lain yang sudah punya nama harum, Tate-san pun langsung menamai restoran barunya itu dengan namanya sendiri.

Dari luar, restoran ini tampak tertutup rapat. Misterius! Interior yang didominasi kayu dan batu alam menampilkan aura Zen. Hanya ada beberapa kursi tinggi – seperti kursi bar – menghadap meja tinggi yang juga mirip meja bar. Di balik meja itulah Tate-san dan para chef Tatemukai menyiapkan sajian untuk para tamunya.

Jangan mengharap akan mendapat buku menu di restoran ini. Tatemukai yang hanya menerima tamu berdasarkan pesanan tempat ini menyajikan masakannya secara omakase (artinya: it's up to you). Chef akan memasak apa saja, dan para tamu tinggal duduk manis menerima semua masakan yang disajikan. Untuk restoran eksklusif seperti ini, para tamu pun agaknya merasa tidak perlu tahu berapa harga sajian. Sekarang, karena jenis ikan yang biasanya diimpor dari jepang menurun drastis sejak tsunami, harga sajian Tatemukai adalah Rp 600-800 ribu per orang. Sebelum tsunami, harganya mencapai Rp 1,5 juta per orang – tergantung jenis ikan yang ada. Di saat itu, salah satu sajian istimewa Tatemukai adalah shirako alias cod milt, yaitu kantung sperma ikan cod. Tidak perlu Andrew Zimmern dari Bizarre Food untuk menyantap shirako ini. Beberapa petinggi detikcom pun ternyata sudah tercatat sebagai penyuka sajian unik ini.

Omakase di Tatemukai adalah suguhan mbanyu mili (sajian yang terus mengalir) antara 10-12 sajian selama sekitar satu jam. Pertama, edamame (kedelai rebus) disuguhkan sebagai hidangan pembuka. Sambil menikmati edamame, Chef Surya langsung beraksi mengiris tuna segar dan menyajikannya sebagai sashimi. Uniknya, irisan tuna segar ini sudah diberi kondimen dari miso (tauco Jepang) dan minyak wijen, sehingga tidak perlu lagi dicocol dengan campuran kecap asin dan wasabi.

Untuk sajian nomor tiga, Chef Surya meningkatkan aksinya. Ia membuat salmon sushi, lalu dengan besi panas memanggang bagian atas salmon. Mak nyuss! Dari sisi lain, chef lain ternyata menyiapkan tuna tataki yang ditata di atas mangkuk berisi pecahan es. Irisan tuna tataki ini diaduk dengan potongan julienne jahe muda dan kyuri (timun Jepang).

Dengan cepat hidangan nomor lima disiapkan di depan tamu. Kali ini adalah wagyu sushi yang kemudian di-panseared sebentar agar wagyu-nya mencapai tingkat kematangan medium. Hidangan nomor enam menyusul dari sisi lain. Ini adalah daging sapi dan udang dicincang, lalu dibentuk seperti shrimp cake dibungkus nori. Oishi-ne! Mak nyuss!

Hidangan nomor tujuh adalah shimeji (salah satu jenis jamur) digulung dalam selembar wagyu, lalu di-panfried. Perpaduan dua bahan yang menghasilkan tekstur dan citarasa sangat unik. Disusul dengan hidangan nomor delapan yang juga muncul dari sisi lain. Saya sungguh terkesan dengan sajian ini. Kalau boleh saya beri nama secara ngawur, sajian ini saya beri nama chawanmushi mentah. Memang itulah kenyataannya. Telur ayam mentah dengan kaldu ayam dan potongan udang, dikukus satu menit saja. Mak legendher!

Sajian nomor sembilan dan sepuluh dihadirkan bareng. Ebi furai (tempura udang) dan tuna maki yang digoreng tepung. Yang terakhir ini sungguh unik dan istimewa, disajikan dengan mayones. Ensemble kuliner ini ditutup dengan grilled sanma (ikan bakar) dan salmon-avocado sushi. Sebetulnya masih ada satu suguhan lagi, yaitu pilihan soba atau ramen atau udon – persis seperti Chinese banquette yang menghadirkan karbohidrat di bagian paling akhir. Tetapi, karena saya sudah terlalu kenyang, maka sajian terakhir ini terpaksa saya relakan untuk lewat. Konon, banyak tamu yang bahkan masih melanjutkan omakase setelah sajian karbohidrat itu saking terpukaunya oleh sajian Tatemukai yang memang istimewa itu.

Pencuci mulutnya adalah kue moci dari macha (teh hijau), dan greentea shaved ice. Sungguh, satu jam yang berlalu dengan cepat dalam sihir Tatemukai yang memukau.

Really, it's more than a meal. It"s an extraordinary dining experience.

Tatemukai
by reservation only
Grand Indonesia
Lantai 3A, Unit FD-1-02
Jl. M.H. Thamrin1
Jakarta Pusat
021 2358 1807

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Friday, June 3, 2011

Sushi Tei: Pas di Lidah, Pas di Kantung

Bondan Winarno - detikFood

Sushi Tei: Pas di Lidah, Pas di Kantung
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Makanan Jepang sudah semakin merebut hati rakyat Indonesia, khususnya di kalangan menengah ke atas. Tidak terbayangkan sebelumnya bahwa bangsa yang tidak punya tradisi makan makanan mentah bisa menjadi begitu kasmaran kepada ikan mentah dan sebagainya. Untuk makanan mi yang populer saja pun, kecenderungan sudah mulai bergeser ke arah ramen yang disajikan secara khas Jepang.

Tidak heran bila populasi restoran Jepang di Indonesia pun meningkat dengan pesat. Mulai dari yang paling murah – dengan nama-nama lucu, seperti: Nikimura, dll – hingga yang paling mahal dengan paket per orang di atas`Rp 1 juta.

Restoran Jepang waralaba pun makin banyak memekarkan cabang-cabangnya. Salah satu yang berhasil mencapai tolok ukur yang pas bagi masyarakat Indonesia adalah Sushi Tei – sebuah waralaba dari Singapura. Rasanya pas di lidah, harganya pun cukup pas bagi kantung.

Sesuai dengan namanya, Sushi Tei memang punya nama bagi para pecinta sushi dan sashimi di Indonesia. Hampir semua gerai Sushi Tei berlokasi di mal, sehingga memudahkan para pelanggannya untuk melakukan berbagai hal sekaligus. Jam makan pun menjadi tidak terlalu rigid. Makan siang pukul tiga petang pun tidak menjadi masalah.

Nigiri sushi di sini dihargai antara Rp 8,5-50 ribu per porsi berisi dua potong. Nigiri sushi adalah sekepal nasi dengan seiris ikan mentah – penyajian sushi klasik. Karena itu, harga sushi bergantung pada jenis ikan yang dipakai. Kalau hanya tamago (telur dadar manis), tentu saja harganya murah.

Sushi Tei juga dianggap perintis dalam memperkenalkan sushi jenis baru dengan sajian bergaya fusion. House specialty dari Sushi Tei antara lain adalah: dragon roll (Rp 59-75 ribu), special unagi roll (Rp 75 ribu), dan tuna salad crispy mentai (Rp 59 ribu). Kalau ada uang berlebih, jangan lewatkan nokkemori (Rp 140 ribu), sushi kombinasi dengan ikura (telur salmon), uni (bulubabi), dan tuna cincang. Mak nyuss!

Mereka yang mengurangi nasi, tetapi suka ikan mentah, biasanya memesan sashimi yang porsi-porsi individual-nya dibandrol Rp 38-80 ribu. Kalau mau komplet campur-campur (sashimi moriawase), harganya mulai dari Rp 85-650 ribu. Wuah, mihil amat? Nah, yang seharga Rp 650 ribu per porsi itu ternyata dengan seekor utuh lobster. Mewah, memang.

Bagi yang ingin makan cepat dan ringan, tersedia berbagai jenis donburi (semangkuk nasi dengan berbagai lauk di atasnya) seharga Rp 38-90 ribu. Juga tersedia nabemono (sukiyaki, yosenabe) di kisaran harga Rp 35-95 ribu, dan ramen Rp 40-65 ribu. Mereka yang paham makanan sehat mungkin sekali akan memilih zaru soba (mi dari gandum khusus yang memang sangat baik untuk kesehatan) dengan lauk beberapa potong sashimi.

Sejak berdiri pada tahun 1994 di Singapura, Sushi Tei sudah mekar menjadi waralaba populer di berbagai kota dunia: Sydney, Shanghai, Kuala Lumpur, Kota Kinabalu. Di Indonesia, kota-kota yang beruntung telah dihadiri Sushi Tei adalah Jakarta, Denpasar, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Sushi Tei
Pondok Indah Mal 2
Level 1 #124
Jl. Metro Pondok Indah
Jakarta Selatan
021 75920800
www.sushitei.com

(dev/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here