Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Gandul. Show all posts
Showing posts with label Gandul. Show all posts

Monday, March 19, 2012

Nasi Gandul Plus Es Kawista Segar

Bondan Winarno - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Nasi Gandul Plus Es Kawista Segar
Foto: Bondan Winarno Jakarta - Nasi gandul adalah sajian khas Pati, Jawa Tengah. Dilihat sepintas, ia sangat mirip dengan nasi pindang dari Kudus, tetapi tanpa daun so (daun melinjo muda). Kalau nasi pindang kudus adalah hasil persilangan antara soto dan rawon, maka nasi gandul pati adalah persilangan antara soto dan gule. Nasi gandul memang lebih nendang dan mlekoh rasanya bila dibanding dengan nasi pindang.

Sajian ini merupakan kombinasi dari dua masakan yang masing-masing dimasak dengan bumbu sangat kaya. Elemen pertama adalah empal daging sapi (juga termasuk jeroan) yang dimasak dalam bumbu-bumbu harum, kemudian digoreng sebentar. Empalnya sudah gurih bila dimakan begitu saja.

Elemen kedua adalah kuah santan yang juga sangat gurih. Rasa jintan dan ketumbar mencuatkan citarasa gulai atau kari India. Sedangkan lengkuas dan bawang putih mewakili unsur-unsur soto yang populer di Jawa. Diperkaya dengan bumbu-bumbu lain, diikat dengan santan yang membuatnya sungguh mak nyuss.

Tidak semua penjual nasi gandul – baik di Pati, maupun di kota-kota lain – menyajikannya dengan cara yang sama. Tetapi, yang pasti, hampir semua penjual nasi gandul memakai alas piring dari daun pisang. Tampaknya ini merupakan ciri penting yang tidak boleh tidak. Sebagian penjual memakai gunting untuk memotong-motong daging maupun jeroan. Cara menggunting ini juga populer dilakukan di Kudus, misalnya ketika menyajikan nasi pindang. Para penjual nasi kari ayam di Medan pun menggunakan gunting untuk memotong-motong daging ayam.

Ada penjual nasi gandul yang menuang kuah di atas nasi, kemudian menggunting-gunting empal di atasnya. Tetapi, ada pula yang menggunting empalnya dan menaburkannya di atas nasi, baru kemudian dituangi kuah. Di atasnya ditaburi bawang merah goreng yang renyah.

Mengapa disebut nasi gandul? Pertanyaan sederhana ini ternyata sulit menemukan jawabnya. Hampir tidak ada jawaban memuaskan, termasuk dari mereka yang berdagang nasi gandul. Satu-satunya jawaban yang agak masuk akal adalah karena nasi dan kuahnya "gemandul" (bergantung) di atas piring yang terlebih dulu dialasi daun pisang.

Lauk wajib untuk nasi gandul adalah tempe goreng. Seperti terlihat di foto, tempenya adalah jenis yang dibungkus individual. Tipis, padat, dan kering. Teksturnya yang garing itu sangat padan dengan tendangan kuah nasi gandul yang mantap. Tentu saja, lauk-pauk gorengan lainnya juga cocok untuk mendampingi nasi gandul.

Kalau sedang di Pati, makanan berkuah nan gurih ini paling cocok disantap dengan didampingi es sirup kawista yang aromanya sangat harum.

(dev/dev)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Friday, August 12, 2011

Anget Sedep Sego Gandul Bu Endang

Eka Septia Wulan - detikFood

Anget Sedep Sego Gandul Bu Endang
Foto: wln/detikfood Jakarta - Kangen dengan racikan nasi khas kota Pati ini? Sego gandul khas Pati ini tetap terasa jejak aslinya meskipun sudah berada di Jakarta. Kuah kecokelatan berisi potongan daging yang empuk gurih serta rasa manis kuahnya enak disantap dengan nasi hangat. Apalagi ditambah dengan tempe goreng yang garing kriuk rasanya. Seudep mantep!

Siapa bilang makan nasi gandul harus jauh-jauh ke kota Pati? Di Jakarta, banyak penjual nasi gandul yang tidak kalah enak dengan penjual nasi gandul di tempat asalnya. Salah satunya Nasi Gandul Bu Endang yang berlokasi di Pesanggrahan, Jakarta Barat. Berbeda dengan penjual sego gandul yang ada di Pati, sego gandul di Jakarta di jajakan di warung-warung tenda hingga rumah makan.

Di daerah asalnya, penjual nasi gandul berjualan berkeliling dengan pikulan dan keranjang berisi panci kuah gandul. Keranjang lainnya berisi nasi dan potongan daging sapi serta jeroannya. Warung nasi gandul milik Bu Endang ini sederhana saja, meskipun begitu pengunjung yang datang terus mengalir.

Di sini tidak hanya nasi gandul saja yang bisa ditemui, ada nasi ayam Semarangan, asem-asem ayam, asem-asem daging, soto ayam kemiri, kuah mangut, garang asem, serta bacem tahu tempe. Wah..wah.. ternyata banyak sekali pilihannya. Nasi gandul campur dan asem-asem daging jadi pilihan saya.

Nama 'gandul' dalam nasi gandul tidak jelas asal mulanya. Ada yang bilang 'gandul' dalam bahasa Jawa yang berarti menggantung atau mengambang. Dijuluki seperti ini mungkin karena dalam penyajiannya nasi gandul ini ditaruh di atas piring yang dialasi daun pisang.

Sendok untuk memakannya pun sangat unik, menggunakan sendok dari daun pisang atau yang disebut 'suru'. Ada juga yang bilang karena nasi ini dijual dalam pikulan dengan 2 keranjang bambu dan kalau dijajakan maka keranjang akan menggantung ke kiri dan kanan mengikuti langkah penjualnya alias 'gondal-gandul'.

Sepiring nasi gandul campur disajikan dalam piring beralas daun pisang, sedangkan asem-asem daging yang saya pesan ditaruh dalam mangkuk terpisah. Potongan daging ukuran dadu menyembul di antara nasi yang berkuah kecokelatan. Kuah gandul ini menggunakan bumbu keluwak serta santan , tak heran jika warnanya sedikit kecokelatan mirip dengan rawon atau pindang Kudus. Sayangnya, tidak tersedia suru seperti di Pati sana.

Saat kuah hangat mengepul ini dicicipi, rasa gurih dan manis yang dominan langsung menyergap. Dagingnya empuk dan bumbunya telah meresap ke bagian dalam secara sempurna. Untuk saya yang kurang begitu suka rasa manis, sajian nasi gandul ini agak terlalu kuat rasa manisnya. Namun setelah ditambah dengan air jeruk nipis serta sambal rasanya jadi lebih segar.

Nasi gandul ini enak disantap dengan tempe goreng yang masih hangat. Tempe gorengnya garing enak. Dibuat dari tempe segitiga berbungkus daun pisang. Bumbunya meresap hingga gurih renyah rasanya. Serasi berpadu dengan kuah gandul yang gurih manis tadi.

Asem-asem yang sejak tadi mengeluarkan aroma harum gurih tak ayal lagi langsung saya eksekusi. Isiannya cukup komplet, ada potongan daging, belimbing wuluh, buncis, dan juga potongan cabai rawit merah. Rasa kuahnya asam, pedas segar bikin mata saya melek setelah menyantapnya. Sajian khas Jawa Tengah ini memang sangat segar dan sedap apalagi dagingnya juga empuk.

Segelas es kawista yang manis legit membilas tenggorokan dari jejak nasi gandul yang gurih. Sluurrp, segar! Untuk seporsi asem-asem daging dan nasi gandul, masing-masing dibandrol seharga Rp 18.000,00 sedangkan tempe gorengnya Rp 1.000 per potong. Untuk es kawista yang manis segar cukup merogoh kocek sebanyak Rp 5.000,00 saja. Hmm.. cukup murah bukan?

Nasi Gandul Ibu Endang (Pusat)
Jl. Raya Pesanggrahan No. 14B
Jakarta Barat
Telp: 021-98122189

(eka/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here