Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Brokoli. Show all posts
Showing posts with label Brokoli. Show all posts

Sunday, April 8, 2012

Sawi dan Brokoli Ampuh Kurangi Resiko Kanker Payudara

Dyah Oktabriawatie - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Sawi dan Brokoli Ampuh Kurangi Resiko Kanker Payudara
Foto:steamykitchen.com Jakarta - Sayuran kaya akan vitamin dan serat. Kandungan seratnya baik untuk pencernaan. Sawi, brokoli, bokchoy merupakan jenis sayuran hijau yang baik untuk wanita. Karena sayuran hijau ampuh menumpas sel kanker payudara.

Menurut sebuah penelitian si Amerika Serikat yang dipublikasikan Selasa (3/4), sawi, brokoli dan sayuran hijau lainnya bisa mengurangi resiko kanker payudara. Wanita di China yang makan kol, brokoli dan sayuran hijau sistem kekebalan tubuhnya makin meningkat setelah sembuh dari kanker payudara.

Penyataan tersebut dihasilkan dari studi yang melibatkan 4.886 wanita penderita kanker payudara di China berusia 20-75 tahun. Sebanyak 20-70% penderita kanker stadium 1sampai 4 di tahun 2002 hingga 2006. Saat penelitian responden diperingatkan untuk makan sayuran hijau lebih banyak selama 36 bulan.

Hasilnya, mereka yang didiagnosa akan meninggal dunia justru penyakitnya semakin membaik dan resiko kematian menurun hingga 62 persen. Sedangkan responden yang lebih sedikit makan sayur hanya menurunkan resikonya sebanyak 27 persen.

“Meningkatkan asupan sayuran hijau bisa menjadi pilihan makanan yang tepat. Makanan tersebut bisa membantu tetap sehat dan mengurangir resiko kanker payudara,” ujar Sarah Nechuta, seorang peneliti postdoctoral di Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee.

Umumnya sayuran yang dikonsumsi di China adalah lobak, kubis, dan bok choy. Sedangkan sayuran hijau seperti brokoli dan bayam lebih sering dikonsumsi di Amerika Serikat dan negara Barat lainnya. Namun, konsumsi sayuran pada wanita di China jauh lebih tinggi dibandingkan wanita di Amerika.

“Pada penelitian selanjutnya harus lebih fokus pada senyawa bioaktif yang terkandung di dalam sayuran, seperti isothuocyanate dan indoles yang mungkin memberikan efek pada penyakit kanker,” tambah Nechuta.

(odi/odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, March 3, 2012

Brokoli Ampuh Tumpas Sel Kanker

Fitria Rahmadianti - detikFood

Brokoli Ampuh Tumpas Sel Kanker
Foto: ingredienten.nl. Jakarta - Jangan sisakan brokoli dalam hidangan yang Anda makan. Pasalnya, dengan rutin memakan si kembang hijau ini, berarti telahmenjaga kesehatan. Baru-baru ini peneliti menemukan satu lagi manfaat brokoli, yakni mencegah kanker.

Periset dari Linus Pauling Institute, Oregon State University, telah menemukan cara brokoli melawan kanker. Kuncinya ada pada epigenetic, yaitu faktor luar yang menyebabkan perubahan gen. Faktor tersebut di antaranya adalah makanan dan racun (toxin).

Studi sebelumnya sudah mengungkap bahwa zat sulforaphane dalam tanaman cruciferous (misalnya brokoli dan kol) membantu mengobati kanker. Sebenarnya gen dalam tubuh kita dapat menekan perkembangan tumor, namun enzim HDAC menghalanginya. Zat yang terkandung dalam brokoli dapat membatasi aktivitas HDAC.

Hebatnya, sulforaphane tidak hanya bekerja dengan satu metode. Zat ini juga melawan kanker dengan DNA methylation, yaitu proses menonaktifkan gen secara normal. Proses ini membantu mengendalikan bagaimana DNA dibaca sebagai bagian komunikasi genetis di dalam sel. Kanker membuat prosedur tersebut kacau.

Sulforaphane mempengaruhi DNA methylation dan proses penghambatan HDAC untuk bekerja sama mempertahankan fungsi sel yang optimal, sehingga kanker dapat dicegah. Meski efek ini baru terbukti pada kanker prostat, tak menutup kemungkinan hasil yang sama didapat oleh penderita kanker usus dan payudara.

Penelitian tahun 2010 membuktikan bahwa sulforaphane mampu membunuh sel kanker payudara pada tikus. Riset yang terdapat dalam jurnal Clinical Cancer Research ini juga menyebutkan bahwa sulforaphane mampu menghambat pertumbuhan sel tumor baru.

Manfaat lain brokoli dikemukakan dalam British Journal of Nutrition. Brokoli yang dimasak dengan makanan spicy dapat meningkatkan kemampuannya mencegah kanker. “Bumbui brokoli dengan broccoli sprout, mustard, lobak, atau wasabi. Semakin spicy, semakin efektif,” jelas Elizabeth Jeffery, profesor gizi di University of Illinois.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, February 25, 2012

Ingin Kulit Mulus dan Sehat? Makan Jeruk dan Brokoli Saja!

Odi - detikFood Tanpa perawatan yang mahal dan aneka kosmetik mahal, kulit sehat dan mulus bisa didapat. Perawatan dari dalam berupa makanan yang bernutrisi merupakan alternatif alami. Cukup makan 6 jenis makanan sehat dan enak ini.

Mungkin krim pelindung sinar matahari bisa melindungi kulit Anda dari luar. Namun makanan juga mampu melindungi kulit Anda dari kerusakan dan memberi pertahanan dari dalam tubuh. Termasuk dalam melawan kulit kusam, keriput, hingga kanker kulit. Lima jenis makanan sehat ini punya khasiat hebat untuk kulit Anda.



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Sunday, July 24, 2011

Resep Sup: Sup Krim Brokoli

Odilia Winneke - detikFood

Resep Sup: Sup Krim Brokoli
Foto:Syahroni Jakarta -

Brokoli yang kaya mineral dan vitamin enak dibuat sup. Tambahan susu dan krim memberi aksen rasa gurih yang enak. Nikmati selagi hangat dengan roti panggang atau bread stick dan rasakan sensasi segar lembut rasanya.

Bahan:
250 g brokoli, lepaskan kuntumnya
1 sdm mentega
1 siung bawang putih, cincang
20 g bawang bombay cincang
250 ml susu segar
250 ml kaldu
2 sdm krim segar
? sdt merica bubuk
? sdt pala bubuk
1 lembar bay leaf
1 sdt garam
Pelengkap:
Daging asap, potong kasar, tumis

Cara membuat:

Didihkan air secukupnya, rebus brokoli sebentar hingga layu. Angkat.Rendam dalam air es hingga dingin. Tiriskan.Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu.Masukkan brokoli, aduk sebentar. Angkat.Masukkan ke dalam mangkuk blender.Tambahkan susu, proses hingga lembut.Tuangkan ke dalam panci. Beri bahan lainnya, didihkan.Angkat, sajikan dengan Pelengkapnya.

Untuk 4 orang

(Odi/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here

Saturday, July 23, 2011

Memilih Brokoli

Odilia Winneke - detikFood

Memilih Brokoli
Foto:electrictreehouse.com Jakarta -

Brokoli merupakan jenis sayuran yang mudah rusak. Bagaimana cara memilih dan menyimpan yang tepat?

Brokoli merupakan sayuran berbentuk kuntum yang mudah sekali rusak. Biasanya setelah disimpan 2 hari akan berubah menjadi kekuningan. Karena itu saat membeli, pilihlah kuntum brokoli dengan kelopak yang rekat dan berwarna hijau tua. Ini sebagai tanda brokoli masih segar dan muda. Jangan memotong tangkai dan daunnya yang panjang. Cukup potong sedikit dan celupkan ke dalam air. Bungkus kuntumnya dengan kertas bersih atau plastik lalu simpan dalam lemari es. Jika akan disimpan lama, sebaiknya rebus sebentar brokoli bersama tangkainya. Siram air dingin lalu tiriskan. Bungkus dengan plastik tebal lalu simpan dalam freezer. Jangan sekali-sekali mencuci brokoli yang akan disimpan karena air akan membuat brokoli makin cepat rusak atau busuk meskipun disimpan di dalam kulkas.

(Odi/Odi)


Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here