Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Astronot. Show all posts
Showing posts with label Astronot. Show all posts

Wednesday, February 29, 2012

Astronot Minta Rasa Menu Luar Angkasa Lebih Spicy

Odi - detikFood

Astronot Minta Rasa Menu Luar Angkasa Lebih Spicy
Foto: stochasticscientist.blogspot.com Jakarta - Tidak semua makanan yang dibawa ke luar angkasa terasa enak seperti di bumi. Perlu makanan khusus agar tetap awet selama perjalanan dan mudah dikonsumsi. Karena rasanya sering hambar. Para astronot pun meminta rasa makanan lebih pedas.

Makanan yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan para astronot dikeringkan sebagian atau seluruhnya untuk mencegah pembusukan. Daging pun diberi sinar radiasi agar lebih tahan lama. Maklum, perjalanan luar angkasa membutuhkan waktu yang lama.

Cara makannya pun berbeda dengan di bumi. Daging disimpan sesuai urutan di dalam lemari besi. Ketika dikeluarkan, daging harus dipasang kuat-kuat di atas meja atau pangkuan astronot dengan kain khusus agar tidak mengapung.

Tanpa gravitasi, aroma makanan menghilang sebelum sampai ke indera penciuman. Makanya, makan terasa kurang nikmat. Apalagi, cairan yang ditelan naik ke bagian atas tubuh astronot karena tekanan udara, sehingga kepala mereka terasa berat. Karena inilah para astronot sering mengalami hidung tersumbat. Mereka membutuhkan makanan yang memiliki rasa kuat untuk mengatasinya.

Pada tahun 2006, astronot bernama Mark Polansky memesan cocktail udang setiap hari, untuk 3 kali makan, selama 2 minggu perjalanannya ke antariksa. Namun, bukan karena udangnya terasa sangat lezat, melainkan karena sausnya.

“Udang yang dikeringkan dan dibekukan terasa mirip kardus. Saus berbahan horseradish (lobak pedas) lah rahasianya. Horseradish adalah bahan ajaib yang bisa melegakan hidung,” ujar astronot John Grunsfeld kepada ABC News.

Agar makanan luar angkasa lebih bervariasi, NASA telah merekrut celebrity chef Rachael Ray dan Emeril Lagasse. Rachael membuat spicy Thai chicken dan kari sayuran, sementara Emeril menyarankan buncis dengan saus pedas.

Untuk memenuhi kebutuhan akan makanan spicy, bahan-bahan penting seperti garam, merica, saus tomat, mustard, dan mayones perlu digunakan. Namun, tentu saja garam dan merica harus dimasukkan ke dalam adonan, bukan ditambahkan saat akan makan. Pasalnya, butiran halusnya dapat melayang ke mana-mana.

Berdasarkan berita yang dilansir Daily Mail, menu lain yang diinginkan para astronot adalah tart lemonade, makanan berbahan mustard, atau pizza.

Jean Hunter, insinyur dari Cornell University, mengatakan astronot yang sedang menjalankan misi untuk waktu lama umumnya kurang makan.

“Di bumi, mungkin pola makan ini baik. Namun, di ruang angkasa, masalah seperti kehilangan massa otot dan tulang akibat mikrogravitasi bisa diperparah jika kurang asupan kalori,” ujar wanita yang sedang melakukan riset untuk penerbangan dalam durasi panjang.

Saat ini, ia sedang merekrut sukarelawan untuk simulasi misi antariksa selama 4 bulan. Tujuannya adalah untuk menguji coba menu apa yang cocok dibawa ke angkasa luar.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Saturday, February 25, 2012

Dicari! 6 Relawan Untuk Uji Coba Makanan Astronot di Mars

Odi - detikFood

 Dicari! 6 Relawan Untuk Uji Coba Makanan Astronot di Mars
Foto: www.space.com Jakarta - Saat ini NASA sedang mencari relawan yang bertugas menguji coba makanan di luar angkasa. Salah satu syaratnya, selain berbadan sehat juga harus bersedia tinggal di pangkalan Mars selama 4 bulan. Anda berminat?

Tawaran menggemparkan yang dilakukan Cornell University Chronicle beberapa hari lalu di TV ABC itu bukanlah main-main. Peneliti dari Cornell dan Universitas Hawaii saat ini sedang mencari 6 orang relawan untuk melakukan simulasi di Mars. Tujuannya untuk mengetahui makanan apa yang cocok untuk dikonsumsi oleh para astronot.

Selain itu misi ini juga mencari tahu apakah para astronot dapat memasak dan mengonsumsi makanan cukup selama misi yang panjang. Mengingat di luar angkasa mereka tidak dapat pergi ke supermarket untuk membeli makanan, seperti layaknya di bumi.

"Orang yang makan dengan diet ketat akan cepat lelah," jelas Jean Hunter profesor bilogi dan lingkungan di Cornell University. "Sementara itu astronot yang sedang menjalani misi panjang umumnya tidak dapat mengonsumsi cukup makanan.

Merupakan diet yang bagus jika dilakukan di bumi, namun di luar angkasa justru sebaliknya. Di luar angkasa mereka mengalami perbedaan gaya berat mikro, sehingga mereka dapat mengalami penyusutan tulang dan otot. Hal itu dipeburuk jika mereka tidak memperoleh kalori yang cukup," sambungnya.

Seperti yang dikutip dari ABC News, menurut Hunter program eksperimen yang bernama HI-SEAS ini sangat penting. Mengingat makanan di luar angkasa sangat berharga lebih dibandingkan di bumi. Apalagi para astronot akan tinggal berbulan-bulan dan makanan adalah satu-satunya sumber yang dapat membuat mereka terus hidup dan bertahan.

"Tim peneliti nantinya akan menilai kelezatan makanan instan yang tersedia dan makanan yang telah disiapkan oleh para awak. Kemudian mereka akan menentukan apakah preferensi makanan berubah seiring waktu. Mereka juga akan mengukur waktu, listrik dan air yang diperlukan untuk persiapan makan dan membersihkan makanan secara cepat. Bagaimana para awak memasak dan mencoba resep dan tips memasak," jelas Hunter lagi seperti yang dikutip dari delish.com.

Syarat untuk relawan ini harus berusia 21-65 tahun dan menyandang gelar sarjana insinyur, matematika, maupun pengetahuan sains yang cukup. Hal ini berguna agar mereka dapat melakukan riset sendiri. Fisik dan riwayat kesehatan yang baik serta tidak merokok juga syarat mutlak. Mereka akan dilatih di Cornell School of Hotel Administration selama 4 hari. Yang penting mereka bersedia diluncurkan ke pangkalan Mars dan tinggal disana selama 4 bulan.

Buat mereka yang berminat Cornell University telah membuka pendaftaran online di situs resmi mereka hingga 29 Februari mendatang. Anda berminat?

(dev/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat