Fitria Rahmadianti - detikFood
Foto: Associated Press Jakarta - Salah satu jalanan di Hong Kong Selasa (28/2) lalu diramaikan oleh para pria dan wanita pialang saham. Mereka berunjuk rasa menolak pemotongan jam makan siang menjadi 1 jam mulai minggu depan.
Perubahan ini diumumkan oleh Hong Kong Exchanges and Clearing Ltd. yang mengatur pasar saham di Cina selatan. Sebagai aksi penolakan, para broker berjalan dari pusat bisnis menuju bursa efek dan kantor pemerintahan.
Berdasarkan berita yang dilansir Huffington Post, sebanyak 150 orang turun ke jalan, menolak keputusan memangkas waktu istirahat dari 1,5 jam menjadi 1 jam mulai Senin depan. Tahun lalu, rencana pengurangan waktu istirahat sebanyak 1 jam, dari awalnya 2,5 jam, telah dilaksanakan.
Para demonstran mengeluh mereka tidak akan punya waktu cukup untuk berbincang-bincang dengan klien, memelajari saham, atau menghadiri presentasi initial public offering (IPO). Mereka berusaha menghapus pandangan bahwa mereka menghabiskan jam makan siang dengan merokok dan minum wine mahal di restoran mewah.
“Saya membawa bekal dari rumah Meski begitu, kami tetap terburu-buru,” ujar Danny Lam, account executive di Kingston Securities.
Langkah ini dilakukan untuk bersaing dengan bursa di Asia dan negara-negara Barat. Tokyo sudah mengambil tindakan serupa sejak tahun lalu, sementara Singapura telah menghapuskan jam istirahat. Bahkan, pasar saham besar di Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Jerman sama sekali tidak memiliki waktu makan siang.
Sebagian besar protestan berasal dari perusahaan kecil yang melayani investor individual. Kebanyakan klien mereka sudah tua dan senang menghabiskan waktu dengan trading. Hal ini berbeda dengan perusahaan besar yang melayani lembaga pemilik saham dan memiliki banyak karyawan. Mereka takut perubahan ini berdampak pada berhentinya usaha mereka.
Bursa efek Hong Kong pernah mencoba menerapkan waktu trading yang lebih lama pada tahun 2003, namun gagal karena para pialang berkeberatan.
(Odi/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
No comments:
Post a Comment