Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Ternama. Show all posts
Showing posts with label Ternama. Show all posts

Saturday, March 31, 2012

Ingin Menjadi Chef Ternama? Cobalah Pertimbangkan Hal Ini (1)

Odi - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Ingin Menjadi Chef Ternama? Cobalah Pertimbangkan Hal Ini (1)
Foto: panlasangpinoy.com Jakarta - Chef adalah salah satu profesi idaman saat ini. Jika biasanya mereka bekerja di balik layar, kini ketrampilan memasak mereka dipamerkan di TV. Tak heran, banyak yang terpesona dan ingin menjadi chef.

Rasanya bangga jika mampu mengolah makanan menjadi lezat dan terlihat cantik. Apalagi kalau sudah memakai pakaian dan topi putih khas chef. Namun, menjadi koki bukanlah pekerjaan gampang. Makanya, sebelum memutuskan masuk sekolah kuliner demi menjadi chef, pertimbangkan hal-hal yang disarankan The Daily Meal berikut:

1. Kerja di restoran
Sebelum membayangkan yang indah-indah jika menjadi chef ternama, coba dulu bekerja di restoran. Terjun langsung dan rasakan betapa sibuknya industri ini. Satu shiftnya bisa mencapai 12 jam sehari, belum lagi panasnya dapur jika sedang musim kemarau. Jari Anda bisa sering teriris atau terbakar.
Apalagi Anda harus berdiri sepanjang hari dan tak sempat makan jika restoran sedang ramai. Setelah mendapat pengalaman ini, renungkan lagi, apakah Anda lebih berbakat menjadi pelanggan restoran atau menjadi koki.

2. Tidak semua chef sekolah kuliner
Bisa jadi, 6 bulan yang dihabiskan di sekolah kuliner terasa tak ada apa-apanya dibanding 2 bulan pengalaman bekerja di restoran. Makanya, tak sedikit chef yang kita kenal sekarang berlatar belakang pendidikan 'menyimpang' dari kuliner. Bahkan, sebagian dari mereka memulai kariernya sebagai pencuci piring di restoran.

3. Realita menjadi bawahan chef
Meski di depan layar chef terlihat ramah dan baik hati, belum tentu demikian jika ia sudah kembali ke 'alamnya'. Di dapur, ia bisa berubah menjadi 'macan' yang siap membentak bawahannya yang ceroboh. Beberapa koki tidak suka penjelasan panjang, senang mengatur, memberi instruksi seadanya, dan selalu tahu jika anak buahnya membuat kesalahan.
Sebenarnya, hal ini wajar karena industri restoran penuh dengan persaingan ketat. Namun, bagi yang tak kuat, pikirkan kembali keinginan Anda menjadi chef.

4. Kecepatan adalah segalanya
Kecepatan adalah hal yang sangat krusial di restoran. Pelanggan bisa kecewa dan kabur jika makanan tak kunjung sampai ke mejanya. Makanya, koki yang dibutuhkan adalah orang yang terbiasa bekerja cepat. Tak heran, dapur di restoran sukses selalu heboh dengan orang-orang yang sangat sibuk.

5. Gaji koki
Meski gajinya lebih rendah daripada bos atau manajer restoran, executive chef tetap bisa menikmati hidup mewah. Namun, untuk mencapai tahap ini, dibutuhkan bertahun-tahun pengalaman menjadi staf bawahan.
Sebuah riset menyebutkan bahwa umumnya upah koki biasa relatif lebih rendah dibanding profesi lain. Hal ini disebabkan oleh beban tugas yang berat dan waktu kerja yang lebih panjang. Coba pikirkan, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengembalikan biaya sekolah kuliner Anda?

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Ingin Menjadi Chef Ternama? Cobalah Pertimbangkan Hal Ini (2)

Odi - detikFood

google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Ingin Menjadi Chef Ternama? Cobalah Pertimbangkan Hal Ini (2)
Foto: allculinaryschools.com Jakarta - Setelah menonton aksi chef di televisi, apa yang ada di pikiran Anda? Jago masak, seksi, terkenal, hidup sejahtera, dan pekerjaannya menyenangkan? Bisa jadi. Namun tidak semua chef memiliki kehidupan yang sesempurna itu.

Kebanyakan siswa sekolah kuliner bercita-cita menjadi koki dan memiliki restoran sendiri. Ada pula yang ingin jadi chef agar kaya, terkenal, dan masuk TV. Sebenarnya, untuk menjadi koki diperlukan passion di bidang kuliner, niat yang tulus, serta fisik dan mental yang kuat.

Kenapa begitu? Berikut penjelasan dari The Daily Meal:

6. Sulit dapat waktu libur
Restoran biasanya ramai saat akhir pekan. Ketika orang-orang bersantai bersama keluarga, Anda malah bekerja. Untuk mendapatkan libur dua hari berturut-turut saja rasanya sulit. Makanya, beberapa chef memilih mengajar saja agar punya waktu luang lebih banyak.
Ada pula yang bekerja menyajikan makanan bagi pegawai kantor , sehingga waktu kerja lebih pendek dan akhir pekan bisa dipakai untuk libur. Tak hanya itu, mereka juga bisa kebagian bonus. Sementara itu, sebagian chef mencari penghasilan dari menulis buku.

7. Sulitnya bisnis restoran
Persaingan semakin ketat. Berbagai jenis restoran baru marak bermunculan. Jika pengelolaan kurang mantap, tempat makan yang dimiliki artis atau chef ternama sekalipun bisa bangkrut. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari kerusakan akibat kurangnya pemeliharaan fasilitas, pencurian, staf bermasalah, naiknya harga pangan, hingga konsumen yang menuntut.
Bagi Anda yang bercita-cita punya restoran sendiri, Anda harus mengantisipasi hal ini.

8. Alternatif profesi kuliner
Lulus sekolah kuliner tak harus jadi koki restoran kok. Anda bisa membuka usaha katering, menjadi penulis atau jurnalis kuliner, personal chef, food stylist, atau pengetes resep. Namun, di beberapa profesi, diperlukan syarat tambahan. Menjadi personal chef atau penulis freelance, misalnya, harus punya kenalan banyak. Pendapatan pun tak menentu.
Bagaimanapun juga, bekal pengetahuan dari sekolah kuliner akan menjadi nilai plus di mata calon atasan. Tandanya, Anda punya minat di bidang makanan dan cukup berwawasan dibanding orang yang tidak berpendidikan kuliner.

9. Kurikulum sekolah kuliner
Beberapa sekolah kuliner menerapkan pendekatan yang sama kepada setiap muridnya, tak peduli apa latar belakang mereka. Di sini, Anda bisa menemukan 'koki' rumahan sekaligus pelajar berprestasi yang sudah bekerja di restoran sejak muda.
Anda juga dituntut cepat menyerap ilmu yang diajarkan karena biasanya satu topik hanya dibahas sekali. Jangan pernah berniat bolos, atau Anda akan ketinggalan jauh.

(Odi/Odi)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.

Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat