Ivory Bakery's Address

Kami menyediakan roti murah berkualitas. Kami juga menerima pesanan untuk roti murah. Kami adalah supplier roti dari salah satu airline terbesar di Indonesia. Hubungi kami: Lisa Widjaja di 02168416986 atau 0214528707. Alamat kami di: Boulevard Raya QJ 1 no. 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Showing posts with label Pedasnya. Show all posts
Showing posts with label Pedasnya. Show all posts

Thursday, March 15, 2012

Ikan Tombur: Pedasnya Bikin Lidah Bergetar

Bondan Winarno - detikFood

Ikan Tombur: Pedasnya Bikin Lidah Bergetar
Foto: saungpost.wordpress.com Sumatra Utara - Masakan ikan tradisional Tapanuli yang paling populer adalah arsik, yaitu ikan mas yang dimasak dalam bumbu kuning. Mirip kari encer, tetapi dengan citarasa yang lebih kompleks. Masakan ikan lain dari kawasan ini yang juga terkenal - sekalipun sudah semakin langka - adalah naniura, yaitu ikan mas segar (baca: mentah) yang dibumbui dengan asam dan berbagai bumbu lainnya. Banyak yang menyebutnya sebagai sashimi dari Tano Batak.

Tetapi, sesungguhnya masih ada lagi masakan ikan khas Batak yang sangat unik dan lezat. Masakan ini disebut ikan na tinombur, atau ikan yang ditombur. Tombur dalam bahasa Batak berarti rebus. Padahal, dalam evolusinya hingga kini, yang dimaksud ikan tombur bukanlah ikan yang direbus atau dikukus.

Menurut beberapa cerita yang pernah saya dengar, ini adalah cara tradisional para nelayan untuk menyantap ikan dengan cara sederhana namun nikmat. Ikannya dibakar, tetapi semua bumbu-bumbunya direbus dan kemudian dihaluskan untuk kemudian disiramkan ke atas ikan bakar.

Versi masa kini ikan tombur sudah agak berbeda secara penampilan, sekalipun citarasa pokoknya - yaitu gurih pedas - tetap bertahan. Ikannya bisa dibakar, bisa juga digoreng. Bumbu-bumbunya ditumis, lalu disiramkan di atasnya. Agak mirip dengan pla rad prik (masakan khas Thailand populer), tetapi jauh lebih gurih.

Bila disamakan dengan masakan Nusantara lainnya, ikan tombur mirip gabungan antara ikan bakar rica dan woku dari Sulawesi Utara. Tetapi, na tinombur punya citarasa yang sangat kompleks. Bumbu-bumbunya - andaliman, bawang merah, kemiri, jahe, jeruk nipis - ditumbuk halus dan mencuatkan rasa nutty yang sungguh gurih. Pedas-getirnya andaliman yang khas pun akan membuat lidah kita bergetar. Siak nai! Pedas sekali!

Ikan goreng atau bakar yang cocok untuk na tinombur adalah ikan mas atau mujair. Nila merah dan gurame pun cocok, tetapi akan terasa karakter dasar yang berbeda.

Sayangnya, ikan tombur tidak banyak lagi tampil di lapo maupun rumah makan Tapanuli. Di Jakarta, satu-satunya restoran Tapanuli yang pernah menyajikan ikan tombur pun kini sudah tutup. Saya sungguh berharap lapo-lapo Batak di Jakarta mulai memperkenalkan ikan tombur ke konsumen Ibu Kota yang lidahnya semakin cerdas. Soalnya, terlalu jauh bagi kita semua untuk pergi ke Medan atau Parapat demi mengejar masakan favorit ini.

(dev/Odi)



Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com

Roti sehat harga hemat

Wednesday, August 31, 2011

Tiktok Cabe Hijau Top Pedasnya!

Anis Purwanti - detikFood

Tiktok Cabe Hijau Top Pedasnya!
Foto: Anis Purwanti Jakarta - Pengirim: Anis Purwanti
Email: anieshus[at]xxx.com

Buka Puasa Rabu kemarin, pas libur 17 Agustusan. Saya dan suami memilih untuk berbuka puasa diluar rumah. Pilihan jatuh di Resto Tik Tok Van Depok cabang Pasar Minggu. Sebenarnya keberadaan resto ini sudah lama saya ketahui, namun karena waktu itu baru ada di depok, maka saya pun tak pernah sempat untuk mencobanya.

Nah, kebetulan setiap pulang kerja saya melintas di daerah Pasar Minggu. Saat itu mata saya melihat banner resto baru disana, ahaa... ternyata resto Tik Tok Van Depok itu buka cabang di Pasar Minggu. Makanya saya membujuk suami untuk mencoba berbuka puasa di resto tersebut sepulang kerja.

Resto Tik Tok ini lumayan luas dan bersih, lahan parkirnya pun memadai meski dilingkungan pasar. Begitu sampai saya langsung memesan menu Tongseng Tiktok yang memang sudah lama ingin saya coba. Sementara suami saya memesan seporsi Tiktok Bengis alias Tiktok Siram Cabe Hijau. O ya, tiktok sendiri merupakan sejenis unggas persilangan antara itik dan entok. Ukurannya sedikit lebih besar dari bebek pada umumnya.

Sambil menunggu hidangan berbuka puasa disajikan, saya dan suami boleh mengambil sop ayam yang dihidangkan gratis bagi pengunjung resto yang makan langsung ditempat. Alhamdulillah. Selain itu nasi putih yang disajikan, resto ini menggunakan sistem prasmanan alias boleh ambil sendiri sesuka hati dan harganya pun tidak berubah. Begitu juga dengan sambal dan lalapannya. Asyik kan?

Saat tiba adzan maghrib berkumandang, saya dan suami pun berbuka puasa dengan segelas teh manis hangat dan dilanjutkan dengan menyantap hidangan tiktok yang sebelumnya sudah kami pesan. Ukuran tiktok di resto ini diatas rata-rata, alias cukup besar. Untuk tiktok bengisnya, siraman bumbu dan cabe hijaunya sangat melimpah hingga menutupi daging tiktok itu sendiri. Meski dominan cabe hijaunya namun sensasi rasa yang ditibulkan tidak membuat perut dan mulut terasa panas.

Untuk tongseng tiktoknya, hmm... semburat rasa manisnya sangat terasa. Potongan daging tiktoknya juga cukup besar. Sepertinya dalam satu porsi menu ini menggunakan satu potong daging tiktok bukan suwiran daging seperti biasanya. Rasanya menu ini cukup mengenyangkan untuk berbuka puasa, ditambah hangatnya sop ayam yang sebelumnya kami ambil sebagai compliment dari resto ini. Sop bening dan hangat tersebut bisa menetralisir rasa pedas dari hidangan serba tiktok ini.

Harga di resto ini rata-rata dipatok Rp. 20,000,00 untuk semua menu. Anda juga bisa mencoba menu lain seperti tiktok panggang, tiktok goreng, tiktok kremes, opor tiktok, dll. Untuk minumannya bisa memesan aneka minuman hangat dan juice juga soft drink.

O ya, di depan resto ini anda pun bisa mencoba memesan minuman kopi ala cafe, yaitu semerbak aroma kopi yang sepertinya memang dijadikan satu dengan resto ini. Menu kopi ala cafe yang murah meriah ini bisa jadi alternatif pilihan minuman pengunjung. Ada coffe latte aneka rasa atau ice blended no cafffein yang bisa dicoba. Ssst... harganya pun cuma Rp.7000,00 saja. Cukup murah bukan?

Resto TikTok Van Depok
Jl. Pejaten Raya No.38 Dekat UNAS, Pasar Minggu
Jl. Margonda raya 9C Depok, Telp: 021-77202754

(dev/dev)

Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.
Tutup

You are redirected to Facebook

You are redirected to Facebook

loading Sending your message

You are redirected to Lintas Berita

loading Sending your message

Post this to your WordPress blog:


loading Sending your message

Post this to your Blogger blog:


loading Sending your message

loading Sending your message

Share to your Yahoo Mail contacts


loading Sending your message

loading Sending your message

Import Your Yahoo Messenger contacts


Share to your Yahoo Messenger contacts


loading Sending your message

Import Your Google Talk contacts


Share to your Google Talk contacts


loading Sending your message

Import Your Live Messenger contacts


Share to your Live Messenger contacts


loading Sending your message


Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : iklan@detikfood.com ,
telepon 021-7941177 (ext.547 dan 609)

View the original article here