Serving Size: 1 (20 g)
Servings Per Recipe: 24
Sorry, I could not read the content fromt this page.Serving Size: 1 (20 g)
Servings Per Recipe: 24
Sorry, I could not read the content fromt this page.Serving Size: 1 (275 g)
Servings Per Recipe: 4
Sorry, I could not read the content fromt this page.Odilia Winneke - detikFood
google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4958278774'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '3695403116'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#11593C'; google_color_text = 'E1771E'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';
Tahun ini ada yang sedikit berbeda dalam kemeriahan perayaan paskah di Australia. Selian cokelat kelinci atau Easter Bunny yang sudah melegenda kini hadir Easter Bilby. Selintas hewan mungil ini mirip dengan kelinci.
Hewan ini sudah mulai berkurang jumlahnya karena tergeser oleh kelinci. Jumlahnya sekitar 600 yang hidup liar dengan habitat yang dikuasi kelinci yang belakangan dikenal di Australia. Selintas hewan ini mirip kelinci.
Bilby memiliki telinga panjang runcing, dengan muka memanjang mirip tikus, bulunya licin halus berwarna abu-abu dengan memiliki kantong seperti kanguru. Bilby jantan bisa berukuran sebesar keinci.
Mike Drinkwater, yang memelihari bilby di Sydney Wildlife Park sangat ingin mengganti kelinci dengan bilby selamanya sebagai ciri khas paskah. 'Pertama, kelinci sekarang jadi hama di Australia. Kedua, bilby memiliki kelembutan sama dengan kelinci. Ketiga, bilby cantik, binatang asli dan tidak berbahaya. Karenanya tak ada alasan untuk tidak mempromosikan sebagai pengganti kelinci,' demikian komentar Mike seperti dilansir Reuters.
Kampanye ini disambut baik oleh toko-toko cokelat di Australia. Seperti cokelat Darell Lea yang mensponsori program penangkaran bilby. Produsen cokelat ini menganjurkan mengganti cokelat kelinci dengan cokelat bilby.
Sekolah-sekolah juga mulai mengganti kelinci sebagai binatang simbol paskah dengan bilby dalam acara mencari telur paskah. 'Anak-anak harus mulai paham soal program perlindungan bilby sebagai bagian dari pendidikan,'tegas Mike.
The Foundation for Rabbit-Free Australia merupakan salah satu grup yang mempromoskan Easter Bilby. 'Anak-anak sudah didoktrin bahwa keinci itu makhluk lucu lembut padahal kenyataan sudah menjadi hama yang membahayakan lingkungan makhluk hidup lain,' demikian penjelasan badan tersebut.
(odi/odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Odi - detikFood
Sofia adalah juara keempat kompetisi masak Junior Masterchef season 1. Bersama kembarannya, Isabella, mereka berhasil mengalahkan peserta lainnya dan jadi pemenang di ajang masak bergengsi ini. Isabella bahkan meraih predikat juara pertama Junior Masterchef Australia. Di usia yang masih sangat muda, mereka mampu menunjukkan kemampuannya dalam meracik makanan dengan serius.
Acara ini diadakan pada tanggal 7 dan 8 April 2012. Nantinya akan ada dua acara, yaitu Cooking Class dan juga Easter Brunch. Di acara cooking class, Isabella dan Sofia akan mengajarkan cara memasak dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Cooking class ini terbuka bagi anak usia 8 hingga 15 tahun, namun tak menutup kemungkinan juga jika remaja dan dewasa mau ikut bergabung.
Juga akan ada dua sesi cooking class dengan jumlah peserta maksimum 30 orang. Pada setiap sesi, peserta akan dipisah menjadi 5 grup dengan peserta 6 orang di setiap kelompok. Gadis kembar ini akan mengajarkan para peserta cara memasak menu lezat dan juga dessert step by step. Tak perlu repot, seluruh bahannya akan disiapkan oleh The Cook Shop.
Tak hanya itu, setelah itu peserta bersama Isabella dan Sofia akan menikmati makanan yang baru dibuat. Cooking class ini akan diadakan di The Cook Shop, Jl. Hang lekir 1 no. 15, Jakarta.
Di hari kedua, akan diadakan acara Easter Brunch yang digelar di The Atrium, Sampoerna Strategic Square, Jakarta. Acara ini bertema piknik yang seru. Ruangannya didesain menarik dengan nuansa pepohonan dan bunga-bunga segar.
Para peserta akan disuguhi ragam menu buatan Isabella dan Sofia yang akan dihidangkan di masing-masing meja. Selain itu, ada juga hotel-style buffet yang akan disiapkan oleh Al's Catering yang sudah berkecimpung di dunia kuliner lebih dari 20 tahun.
Acara piknik bareng ini jadi momen yang pas untuk kumpul keluarga, karena maksimum pesertanya mencapai 500 orang. Tak hanya itu, dua peserta yang beruntung bisa memenangkan tiket gratis ke Bali dan Sydney. Untuk informasi danpendaftaran acara cooking class dan Easter Brunch, bisa menghubungi Grace di 0878-78103577 atau email: invitation.eatphoria@gmail.com.
(Odi/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message