Devita Sari - detikFood

Foto: dev/detikFood Jakarta - Resto ayam goreng yang satu ini merupakan salah satu yang tertua di Jakarta. Ayam gorengnya unik dan empuk gurih dan cocolan khas sambal kacang dan acar timun. Disantap panas-panas hmm... rasanya makin lezat!
Kawasan Mangga Besar atau yang dikenal dengan singkatan 'Mabes' memang menjadi surganya para pencinta kuliner. Salah satu yang ikut meramaikan kawasan ini adalah rumah makan Ayam Goreng H. Mardun Martinah yang legendaris. Mengapa disebut legendaris?
Konon rumah makan ini telah dikelola selama 3 genearasi oleh pemiliknya, Haji Mardun yang merupakan keturunan Tionghoa Betawi Muslim. Sebelum menempati rumah makan di kawasan Mabes sekitar tahun 1960-an rumah makan ini berlokasi di Taman Sari. Barulah sekitar tahun 1970-an pindah ke Jl. Mangga Besar Raya.
Dari kejauhan tampak papan banner besar yang ditempatkan di bagian depan ruko tua tersebut tampak pudar dimakan usia. Meski begitu bagian dalamnya ber-AC dan ditata sederhana dengan meja dan kursi berwarna biru memanjang. Yang unik mejanya dibuat memanjang satu sisi, mirip bangku sekolah. Sedangkan di pojok terdapat etalase kaca tempat ditaruhnya panci-panci berisi sambal kacang dan asinan timun.
Khusus ayam goreng bisa dipesan 1 ekor atau berupa potongan seperti dada atau paha saja. Menu lainnya ada tahu bandung, semur kentang, sayur asem, bihun goreng dan sayur lodeh yang bisa dijadikan teman menikmati si ayam goreng. Selain itu ada nasi rames gaya Betawi yang berupa campuran semur kentang, bihun, lodeh, dan acar timun.
Tiga piring kecil kecil berisi saus kacang, acar timun, dan acar bawang merah langsung disuguhkan setelah saya memesan ayam goreng. Ketiga condiment ini memang khas rumah makan Haji Mardun. Acar timunnya dipotong besar-besar rasa asam segar dan acar bawang merah berupa bawang merah utuh. Acar ini renyah-renyah enak, ada semburat asam dan asin.
Tak lama menunggu beberapa potong ayam pesanan saya pun disajikan. Ayam goreng versi Haji Mardun ini seperti ayam pop yang kemudian digoreng dalam minyak panas asal saja seperti gaya Cina. Sehingga warnanya tidak garing kecokelatan melainkan masih sedikit putih dengan jejak kuning sedikit kecokelatan.
Daging ayamnya empuk sekali dengan rasa gurih tidak berlebihan. Setelah meracik saus kacang dengan sambal barulah saya cocolkan daging ayam tersebut ke saus kacang. O ya, untuk menambah nikmat rasanya saya pun langsung menyantapnya dengan tangan. Tak perlu takut kotor karena sebelumnya sang pelayan telah disediakan air cuci tangan dan kain lap.
Hmm... kelembutan daging berpadu serasi dengan sensasi krenyes saus kacang yang gurih dan digerus tidak begitu halus. Rasa gurih pedas campuran sambal dan saus kacang makin menambah kelezatannya nyam... nyam! Tidak hanya si ayam goreng, si tahu goreng yang lembut juga tak luput jadi sasaran cocolan saus kacang. Selingan acar yang segar renyah makin menambah nikmat!
Untuk sepotong ayam goreng legendaris yang empuk dan gurih ini saya tebus dengan membayar Rp 17.000,00/potong. Jika ingin membeli seekor ayam utuh dibandrol dengan harga Rp 65.000,00 dan Rp 7500,00 untuk acar timun. Harga yang menurut saya sangat pantas untuk kelezatan yang ditawarkan. Saya pun sudah tak sabar untuk datang kembali mengulang kelezatan si ayam goreng!
Ayam Goreng H. Mardun Martinah
Jl. Mangga Besar Raya No 90A
Jakarta Barat
Telp: 021-6290229
Jam Buka: 09:00 - 21:00
(dev/dev)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.Tutup
You are redirected to Facebook
You are redirected to Facebook
Sending your message
You are redirected to Lintas Berita
Sending your message
Post this to your WordPress blog:
Sending your message
Post this to your Blogger blog:
Sending your message
Sending your message
Share to your Yahoo Mail contacts
Sending your message
Sending your message
Import Your Yahoo Messenger contacts
Share to your Yahoo Messenger contacts
Sending your message
Import Your Google Talk contacts
Share to your Google Talk contacts
Sending your message
Import Your Live Messenger contacts
Share to your Live Messenger contacts
Sending your message
Redaksi: detikfood[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi email : sales[at]detik.com
No comments:
Post a Comment